Bulog Serap 3,24 Juta Ton Beras, Penyerapan Gabah Terus Berjalan
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
Ilustrasi server internet - Freepik
Harianjogja.com, LOMBOK—Program Kampung Internet yang digulirkan pemerintah mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Tidak hanya membuka akses digital, kehadiran jaringan internet juga memicu tumbuhnya usaha baru dan ekosistem ekonomi di desa-desa yang sebelumnya belum terjangkau.
Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Mulyadi, mengatakan pemerintah memberikan insentif kepada penyedia jasa internet selama satu tahun untuk memperluas jaringan hingga ke titik terpencil.
“Pemerintah menargetkan satu lokasi, operator dengan anggaran yang disubsidi pemerintah bisa menarik kabel ke sana. Ternyata dalam perjalanannya permintaan juga tumbuh dari titik terakhir jaringan sampai ke desa yang dibangun,” kata Mulyadi dalam jumpa pers di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa.
Menurutnya, wilayah yang dipilih merupakan kawasan dengan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Strategi ini dilakukan agar pemanfaatan internet tidak berhenti pada akses, tetapi langsung berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Setelah jaringan terpasang, pelaku usaha lokal mulai memanfaatkan internet untuk menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Kondisi ini membuat perputaran ekonomi desa terus bergerak.
“Saat sudah terpasang infrastrukturnya, ekonominya atau usahanya bisa tetap berjalan. Dia punya pendapatan maka dia terus berlanjut usahanya tetap berjalan,” ujarnya.
Lebih jauh, pembangunan jaringan internet juga memunculkan peluang ekonomi baru di sepanjang jalur kabel yang dibangun. Munculnya pelanggan baru menciptakan ekosistem digital yang semakin luas.
“Sepanjang kabel yang ditarik dari ujung terakhir ke desa itu, tumbuh pelanggan-pelanggan baru. Jadi kita menciptakan ekosistem baru, ekonomi baru, dan juga potensi kreativitas baru bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Mulyadi.
Ia menambahkan, ketika aktivitas ekonomi mulai berkembang, operator lain cenderung ikut masuk karena melihat peluang pasar yang menjanjikan. Hal ini mempercepat perluasan layanan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada subsidi pemerintah.
“Jadi dengan memberikan insentif ke satu daerah ini ternyata banyak keberhasilan ataupun pertumbuhan ekonomi yang bisa berjalan,” katanya.
Program ini diharapkan terus memperluas jangkauan internet sekaligus memperkuat ekonomi desa berbasis digital, terutama di wilayah yang sebelumnya tertinggal dalam akses teknologi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog telah menyerap 3,24 juta ton setara beras hingga 29 Juni 2026 dan memastikan penyerapan gabah petani terus dilakukan sepanjang tahun.
BPBD Bantul mencatat 19 kasus kebakaran selama Mei 2026 dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau.
Hasil pertanian Wadas menurun sejak penambangan Bendungan Bener. Project Multatuli menilai perubahan lingkungan turut mengubah pola hidup warga
Pelatkab Sleman resmi dimulai sebagai persiapan PORDA DIY 2027. KONI Sleman menargetkan juara umum kelima berturut-turut dengan 1.399 peserta.
Maxim Indonesia menerapkan potongan komisi ojol 8% untuk layanan Maxim Bike mulai 1 Juli 2026 sesuai Perpres Nomor 27 Tahun 2026.
SPMB SD Kulonprogo resmi dibuka. SDN Brosot menerima 41 pendaftar di hari pertama, sementara SDN 1 Lendah baru mendapat tiga calon siswa.