Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Penampakan benda langit bercahaya di langit wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur yang terekam oleh kamera ponsel milik warga, pada Sabtu (11/4/2026). ANTARA/Tangkapan layar video instagram/@malang_kidulan.
Harianjogja.com, MALANG — BMKG memastikan benda bercahaya yang terlihat di langit Kabupaten Malang, Jawa Timur, bukan rudal, melainkan fenomena sampah antariksa yang terbakar saat memasuki atmosfer bumi.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan objek tersebut diduga merupakan serpihan roket atau space debris yang mengalami proses re-entry.
Fenomena “Space Jellyfish”
Ricko menyebut cahaya yang terlihat menyerupai ekor ubur-ubur atau dikenal sebagai fenomena space jellyfish.
Fenomena ini terjadi akibat pantulan sinar matahari pada gas buang roket di ketinggian, sehingga tampak memanjang dengan ekor cahaya yang lebar.
Ia menambahkan, fenomena serupa kerap dikaitkan dengan roket seperti Long March CZ-3B yang memantulkan cahaya saat berada di lapisan atas atmosfer.
Sering Terjadi di Wilayah Khatulistiwa
Menurut BMKG, kejadian ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Fenomena serupa sebelumnya juga terlihat di Lampung pada 4 April 2026 dan Natuna pada 9 April 2026.
Wilayah Indonesia yang berada di garis khatulistiwa memang kerap menjadi lintasan orbit satelit dan sampah antariksa yang terbakar saat kembali ke atmosfer.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir terhadap fenomena tersebut karena tidak berbahaya.
“Masyarakat tidak perlu khawatir ya terhadap fenomena itu,” ujar Ricko.
Sempat Viral di Media Sosial
Penampakan cahaya di langit tersebut terjadi pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 18.46 WIB dan sempat terekam kamera warga di wilayah Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang.
Video tersebut kemudian viral setelah diunggah melalui akun Instagram @malang_kidulan, dengan narasi yang menyebutkan benda itu diduga sebagai rudal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.
Hasil kualifikasi Moto3 Belanda 2026 menempatkan Veda Ega Pratama di posisi ketujuh setelah lolos dari Q1. Maximo Quiles merebut pole position.
Pemkab Temanggung merintis program SMP negeri gratis mulai 2027 dengan bantuan Rp300 ribu per siswa sebagai langkah menuju pendidikan gratis.