DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Pita merah simbol peringatan Hari AIDS./Antara
Harianjogja.com, WAMENA—Upaya penanganan penyakit menular di Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan. Kementerian Kesehatan melalui Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia mendorong penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dilakukan lebih serius guna mencegah korban jiwa sejak dini.
Anggota Badan Eksekutif Adinkes Kemenkes RI, Ferdinan J Laihad, menegaskan pengendalian tiga penyakit yang dikenal dengan istilah ATM itu harus dilaksanakan secara terstruktur dan terkoordinasi agar tetap terkendali di wilayah tersebut.
“Kami harap pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dapat serius mendorong program penyakit ATM ini supaya adanya sinkronisasi antara program pemerintah pusat maupun daerah sehingga penyakit tersebut dapat tereliminasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu.
Ia menekankan, penanganan penyakit ATM tidak bisa hanya mengandalkan dinas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten. Peran lintas sektor, baik lembaga pemerintah, nonpemerintah, hingga masyarakat dinilai krusial untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
“Dukungan lintas sektor lembaga pemerintah dan non-pemerintah serta masyarakat maka dapat mengendalikan penyakit ATM di wilayah Papua Pegunungan,” katanya.
Saat ini, fokus penanganan diarahkan pada enam kabupaten di Papua Pegunungan yang selama ini mendapat dukungan dari Global Fund, lembaga internasional yang bergerak dalam pemberantasan AIDS, TBC, dan malaria di dunia.
Enam wilayah prioritas tersebut meliputi Kabupaten Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Pegunungan Bintang. Program yang berjalan di daerah tersebut diharapkan bisa menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain di Indonesia.
“Inisiatif ini sebenarnya dapat dikembangkan dalam penanganan penyakit ATM di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sementara Global Fund saat ini lokus untuk perencanaan dan penanganan penyakit ini hanya enam kabupaten yang dimonitor,” ujarnya.
Ferdinan menambahkan, hingga kini tidak ada perubahan wilayah intervensi dalam penanganan penyakit ATM di Papua Pegunungan. Namun, pelaksanaan program di lapangan mengalami penyesuaian akibat faktor keamanan.
“Namun ada persoalan keamanan, sehingga caranya agak berubah untuk menghindari korban tak perlu, dengan menggabungkan penyelenggaraan di tempat tertentu, atas persetujuan Adinkes pusat,” katanya.
Ia berharap, upaya yang dilakukan dapat menekan penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Papua Pegunungan agar lebih sehat dan sejahtera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Tren baju murah untuk foto liburan merebak di kalangan turis China. Pakaian lalu dibuang atau dijual kembali dan memicu isu limbah tekstil.
Power window mobil seret bisa disebabkan debu hingga karet aus. Kenali penyebab dan cara mengatasinya dengan silicone spray.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.