Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Pita merah simbol peringatan Hari AIDS./Antara
Harianjogja.com, WAMENA—Upaya penanganan penyakit menular di Papua Pegunungan kembali menjadi sorotan. Kementerian Kesehatan melalui Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) seluruh Indonesia mendorong penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria dilakukan lebih serius guna mencegah korban jiwa sejak dini.
Anggota Badan Eksekutif Adinkes Kemenkes RI, Ferdinan J Laihad, menegaskan pengendalian tiga penyakit yang dikenal dengan istilah ATM itu harus dilaksanakan secara terstruktur dan terkoordinasi agar tetap terkendali di wilayah tersebut.
“Kami harap pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten dapat serius mendorong program penyakit ATM ini supaya adanya sinkronisasi antara program pemerintah pusat maupun daerah sehingga penyakit tersebut dapat tereliminasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu.
Ia menekankan, penanganan penyakit ATM tidak bisa hanya mengandalkan dinas kesehatan di tingkat provinsi maupun kabupaten. Peran lintas sektor, baik lembaga pemerintah, nonpemerintah, hingga masyarakat dinilai krusial untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.
“Dukungan lintas sektor lembaga pemerintah dan non-pemerintah serta masyarakat maka dapat mengendalikan penyakit ATM di wilayah Papua Pegunungan,” katanya.
Saat ini, fokus penanganan diarahkan pada enam kabupaten di Papua Pegunungan yang selama ini mendapat dukungan dari Global Fund, lembaga internasional yang bergerak dalam pemberantasan AIDS, TBC, dan malaria di dunia.
Enam wilayah prioritas tersebut meliputi Kabupaten Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Mamberamo Tengah, Yalimo, dan Pegunungan Bintang. Program yang berjalan di daerah tersebut diharapkan bisa menjadi model untuk diterapkan di wilayah lain di Indonesia.
“Inisiatif ini sebenarnya dapat dikembangkan dalam penanganan penyakit ATM di kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Sementara Global Fund saat ini lokus untuk perencanaan dan penanganan penyakit ini hanya enam kabupaten yang dimonitor,” ujarnya.
Ferdinan menambahkan, hingga kini tidak ada perubahan wilayah intervensi dalam penanganan penyakit ATM di Papua Pegunungan. Namun, pelaksanaan program di lapangan mengalami penyesuaian akibat faktor keamanan.
“Namun ada persoalan keamanan, sehingga caranya agak berubah untuk menghindari korban tak perlu, dengan menggabungkan penyelenggaraan di tempat tertentu, atas persetujuan Adinkes pusat,” katanya.
Ia berharap, upaya yang dilakukan dapat menekan penyebaran penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Papua Pegunungan agar lebih sehat dan sejahtera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.