Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Foto ilustrasi menu MBG berupa makanan kering, dibuat menggunakan Artifical Intelligence.
Harianjogja.com, SAMPANG — Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang bersama Badan Gizi Nasional turun langsung melakukan penelusuran terkait temuan pembagian makanan program MBG yang dikemas menggunakan tas kresek dan viral di media sosial.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, menyampaikan bahwa tim telah mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan, tepatnya di Desa Robatal, Kecamatan Robatal.
“Hari ini kami turun langsung menemui penerima manfaat untuk melakukan konfirmasi,” ujarnya, Jumat (3/4).
Diduga Langgar SOP
Sudarmanto menegaskan, distribusi makanan dalam program MBG seharusnya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Salah satu ketentuan penting adalah penggunaan wadah makanan yang layak, seperti ompreng, guna menjaga kualitas gizi dan suhu makanan.
Menurutnya, penggunaan tas kresek tidak sesuai dengan standar tersebut, karena berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diterima oleh balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai sasaran program.
“Penyajian harus menggunakan wadah yang sesuai agar kandungan gizi tetap terjaga,” jelasnya.
Klarifikasi Masih Berlangsung
Selain menemui warga penerima manfaat, Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional juga melakukan klarifikasi terhadap pihak SPPG yang bertanggung jawab dalam distribusi program.
Namun, hingga kini hasil pemeriksaan belum diumumkan secara rinci. Pihak Satgas menyebut temuan tersebut masih dalam proses pembahasan lebih lanjut.
“Nanti akan kami sampaikan setelah ada keputusan,” kata Sudarmanto.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video pembagian menu MBG di Desa Robatal menjadi perbincangan publik setelah paket makanan dibagikan tidak menggunakan wadah standar. Menu yang terdiri dari nasi, ayam goreng, sayuran, tahu, dan buah justru dikemas dalam keranjang, nampan plastik, hingga tas kresek.
Tak hanya di Robatal, temuan serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, di mana makanan program MBG dibungkus menggunakan kertas.
Kondisi ini menuai sorotan karena dinilai tidak sesuai dengan tujuan program MBG yang mengedepankan kualitas gizi dan standar penyajian yang layak bagi kelompok rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Peretas TA419 menyamar sebagai pakar AI AS untuk mencuri kredensial. Targetnya ahli kebijakan AI di AS dan Jepang.
Jepang memperketat syarat permanent resident bagi warga asing. Pendapatan, pensiun, bahasa Jepang hingga kepatuhan kini diperiksa.
Daftar terbaru Kabinet Merah Putih usai reshuffle 1 Oktober 2026, termasuk menteri, wamen, menko, Kapolri, dan pejabat baru.
Media Malaysia menyoroti tambahan waktu Indonesia vs Bangladesh yang berujung dua gol penentu dan membawa Garuda ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Hasil FP1 Moto3 Jepang 2026: Ryusei Yamanaka tercepat, sedangkan Veda Ega Pratama finis di posisi ke-16.