Radar GCI Buatan Bandung Perkuat Sistem Pertahanan Udara RI
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Foto ilustrasi menu MBG berupa makanan kering, dibuat menggunakan Artifical Intelligence.
Harianjogja.com, SAMPANG — Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Sampang bersama Badan Gizi Nasional turun langsung melakukan penelusuran terkait temuan pembagian makanan program MBG yang dikemas menggunakan tas kresek dan viral di media sosial.
Sekretaris Satgas MBG Sampang, Sudarmanto, menyampaikan bahwa tim telah mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan, tepatnya di Desa Robatal, Kecamatan Robatal.
“Hari ini kami turun langsung menemui penerima manfaat untuk melakukan konfirmasi,” ujarnya, Jumat (3/4).
Diduga Langgar SOP
Sudarmanto menegaskan, distribusi makanan dalam program MBG seharusnya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. Salah satu ketentuan penting adalah penggunaan wadah makanan yang layak, seperti ompreng, guna menjaga kualitas gizi dan suhu makanan.
Menurutnya, penggunaan tas kresek tidak sesuai dengan standar tersebut, karena berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang diterima oleh balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai sasaran program.
“Penyajian harus menggunakan wadah yang sesuai agar kandungan gizi tetap terjaga,” jelasnya.
Klarifikasi Masih Berlangsung
Selain menemui warga penerima manfaat, Satgas MBG bersama Badan Gizi Nasional juga melakukan klarifikasi terhadap pihak SPPG yang bertanggung jawab dalam distribusi program.
Namun, hingga kini hasil pemeriksaan belum diumumkan secara rinci. Pihak Satgas menyebut temuan tersebut masih dalam proses pembahasan lebih lanjut.
“Nanti akan kami sampaikan setelah ada keputusan,” kata Sudarmanto.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video pembagian menu MBG di Desa Robatal menjadi perbincangan publik setelah paket makanan dibagikan tidak menggunakan wadah standar. Menu yang terdiri dari nasi, ayam goreng, sayuran, tahu, dan buah justru dikemas dalam keranjang, nampan plastik, hingga tas kresek.
Tak hanya di Robatal, temuan serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Sreseh, Kecamatan Sreseh, di mana makanan program MBG dibungkus menggunakan kertas.
Kondisi ini menuai sorotan karena dinilai tidak sesuai dengan tujuan program MBG yang mengedepankan kualitas gizi dan standar penyajian yang layak bagi kelompok rentan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Radar GCI buatan PT Len Industri resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia dan sistem pertahanan nasional.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.