BMKG Terbitkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi hingga 4 Meter pada 15-18 Oktober
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 15-18 Oktober 2026. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta waspada.
Kantor KPK - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Kabupaten Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Dalam kasus ini, Syamsul disebut menargetkan pengumpulan dana hingga Rp750 juta dari organisasi perangkat daerah (OPD), namun uang yang terkumpul baru mencapai Rp610 juta sebelum operasi tangkap tangan dilakukan.
Dana tersebut diduga dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan tunjangan hari raya (THR) menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, termasuk untuk pihak eksternal dan kebutuhan pribadi.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa awalnya Syamsul Auliya memerintahkan Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono, untuk mengumpulkan dana hingga Rp750 juta dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
“Untuk eksternalnya Rp515 juta, kemudian ada juga untuk kebutuhan pribadi. Jadi, direncanakan minta sebesar Rp750 juta,” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (14/3/2026) malam.
Menurut Asep, Sadmoko kemudian meneruskan perintah tersebut kepada sejumlah pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Cilacap, yakni Asisten I Sumbowo, Asisten II Ferry Adhi Dharma, serta Asisten III Budi Santoso.
Ketiga pejabat tersebut kemudian diminta mengumpulkan dana dari 47 organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, sebanyak 23 perangkat daerah dilaporkan telah menyetorkan uang sesuai permintaan tersebut. Dana yang terkumpul diserahkan melalui Ferry Adhi Dharma dengan total mencapai Rp610 juta.
“Dalam periode 9–13 Maret 2026, sebanyak 23 perangkat daerah Kabupaten Cilacap telah menyetorkan permintaan dari AUL yang dikumpulkan melalui FER dengan total mencapai Rp610 juta. Jadi, yang sudah terkumpul di periode itu Rp610 juta,” kata Asep.
Uang tersebut rencananya akan diserahkan kepada Sadmoko Danardono. Namun sebelum sempat digunakan, dana itu lebih dulu diamankan oleh penyidik KPK.
Asep menambahkan uang tersebut telah dimasukkan ke dalam sejumlah tas bingkisan sebelum akhirnya disita sebagai barang bukti dalam perkara ini.
Sebelumnya, pada 13 Maret 2026, KPK mengumumkan pelaksanaan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap. Operasi tersebut menjadi OTT kesembilan yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026 sekaligus yang ketiga selama bulan Ramadhan.
Dalam operasi tersebut, penyidik KPK menangkap Syamsul Auliya Rachman bersama 26 orang lainnya serta menyita sejumlah uang tunai dalam bentuk rupiah.
KPK menyebut OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan yang berhubungan dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Sehari kemudian, pada 14 Maret 2026, KPK menetapkan Syamsul Auliya Rachman dan Sadmoko Danardono sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk tahun anggaran 2025–2026.
Penyidik KPK kini masih mendalami aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus dugaan korupsi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BMKG memperingatkan potensi gelombang hingga 4 meter pada 15-18 Oktober 2026. Nelayan dan pelaku transportasi laut diminta waspada.
Malaysia menempati peringkat kelima Digital Nomad Visa Index 2026 dengan skor 82,9. Simak posisi Bali dan daftar 10 destinasi teratas.
Sentra kerajinan kulit Manding, Bantul, sepi pembeli. Perajin menghadapi persaingan toko online dan keluhan konsumen soal kualitas produk.
Simak jadwal lengkap BRI Super League pekan kelima pada 16–18 Oktober 2026. Persita vs Persija digelar Sabtu, Persib vs Persik pada Minggu.
Pengujian jaringan 5G di kereta Jogja–Solo mencatat kecepatan unduh lebih dari 200 Mbps di sejumlah titik, di tengah pertumbuhan trafik internet 17%.
Mentan Amran menyoroti harga telur di peternak Rp21.000-Rp22.000 per kg, sementara di pasar bisa mencapai Rp36.000. Pemerintah menelusuri rantai distribusi.