Piala Presiden 2026 Libatkan 64 Klub, Erick: Ini Kekuatan Grassroot
Piala Presiden 2026 libatkan 64 klub dari 38 provinsi. Erick Thohir sebut ajang ini jadi kunci pembinaan sepak bola dari akar rumput.
Gambar Ilustrasi.ist
Harianjogja.com, JAKARTA — Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat. Selain menjadi momentum refleksi spiritual, bulan suci juga identik dengan meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi.
Berbagai kegiatan khas Ramadan, mulai dari persiapan sahur dan berbuka puasa, tradisi berbagi dengan sesama, hingga persiapan mudik dan Hari Raya, membuat dinamika konsumsi masyarakat meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan aktivitas ekonomi dan transaksi keuangan di Indonesia dapat meningkat sekitar 30–40% selama Ramadan. Kondisi ini dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan rumah tangga, kegiatan sosial, serta berbagai tradisi yang melekat pada bulan puasa.
Survei Snapcart pada 2025 juga menunjukkan sekitar 75% masyarakat memperkirakan pengeluaran mereka meningkat sepanjang Ramadan. Kebutuhan makanan, pakaian, serta persiapan Lebaran menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan belanja rumah tangga.
Selain konsumsi, tradisi sosial seperti berbuka puasa bersama dan ngabuburit juga tetap menjadi bagian penting dari Ramadan. Aktivitas tersebut tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor kuliner dan ritel.
Perubahan perilaku masyarakat juga terlihat dari meningkatnya penggunaan transaksi digital. Bank Indonesia mencatat volume transaksi QRIS selama Ramadan dan Idulfitri 2025 tumbuh hingga lebih dari dua kali lipat secara tahunan per pengguna.
Momentum Ramadan juga biasanya bertepatan dengan pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Dana tambahan ini kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari tabungan, pembayaran zakat dan sedekah, hingga memenuhi kebutuhan konsumsi serta perjalanan mudik.
Kementerian Perhubungan mencatat sekitar 154 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2025. Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan bahwa Ramadan juga menjadi periode dengan pergerakan masyarakat yang sangat besar.
Kondisi ini membuat perencanaan keuangan menjadi semakin penting. Tanpa pengelolaan yang baik, peningkatan kebutuhan selama Ramadan berpotensi memengaruhi kondisi finansial setelah Lebaran.
Consumer Funding & Wealth Business Head Bank Danamon Indonesia, Ivan Jaya mengatakan Ramadan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menata kembali pengelolaan keuangan.
“Ramadan merupakan momen yang penuh keberkahan sekaligus kesempatan untuk memperkuat kebiasaan finansial yang lebih baik. Dengan perencanaan yang tepat, masyarakat dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan pengeluaran secara bijak memungkinkan masyarakat tetap memenuhi berbagai kebutuhan selama Ramadan tanpa mengabaikan tujuan keuangan jangka panjang.
Dengan perencanaan yang matang, masyarakat dapat menyeimbangkan kebutuhan ibadah, konsumsi, serta rencana keuangan setelah Lebaran. Ramadan pun tidak hanya menjadi momen memperkuat spiritualitas dan kebersamaan, tetapi juga kesempatan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Melihat dinamika tersebut, Bank Danamon Indonesia menghadirkan program #RamadanLebihBerkah sebagai upaya mendukung masyarakat dalam mengelola kebutuhan finansial selama bulan suci.
Melalui layanan digital yang terintegrasi di aplikasi D-Bank PRO, nasabah dapat memanfaatkan berbagai kemudahan transaksi sehari-hari, mulai dari pembayaran digital hingga pengelolaan pengeluaran secara lebih praktis.
Selain transaksi harian, layanan tersebut juga memberikan kemudahan dalam berbagai aktivitas yang sering meningkat selama Ramadan, seperti kebutuhan transportasi, belanja daring, hingga aktivitas kuliner saat berbuka puasa bersama keluarga atau rekan.
Dukung Perencanaan Keuangan
Tidak hanya untuk transaksi, layanan digital juga dapat dimanfaatkan untuk membantu perencanaan keuangan yang lebih terstruktur. Salah satunya melalui fitur cicilan yang memungkinkan pengaturan pembayaran dalam jangka waktu tertentu.
Berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi selama Ramadan dan pengelolaan keuangan yang tetap sehat.
Persiapan Perjalanan Lebaran
Menjelang Idulfitri, mobilitas masyarakat biasanya meningkat seiring tradisi mudik. Layanan keuangan digital juga menjadi salah satu solusi untuk mempermudah berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari pembayaran transportasi hingga perlindungan perjalanan.
Dengan dukungan layanan finansial yang semakin terintegrasi secara digital, masyarakat diharapkan dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang, sekaligus tetap menjaga perencanaan keuangan hingga momen Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Piala Presiden 2026 libatkan 64 klub dari 38 provinsi. Erick Thohir sebut ajang ini jadi kunci pembinaan sepak bola dari akar rumput.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.