Masih Sulit Menabung Bisa Jadi Tanda Posisi Ekonomi Anda
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap elite Iran disebut bukan serangan spontan. Laporan menyebut keberhasilan operasi itu ditopang analisis intelijen mendalam oleh Central Intelligence Agency (CIA).
Mengutip The New York Times, CIA memantau pola pergerakan dan perilaku Ali Khamenei selama berbulan-bulan. Data intelijen mengindikasikan adanya pertemuan rahasia pejabat tinggi Iran di kompleks pemerintahan yang menaungi kantor presiden serta Dewan Keamanan Nasional pada Sabtu pagi.
Waktu Operasi Diubah Mendadak
Awalnya, Washington dan Tel Aviv merancang serangan pada malam hari. Namun, informasi terbaru soal pertemuan tertutup tersebut membuat jadwal operasi diubah untuk meningkatkan dampak strategis.
Informasi koordinat presisi kemudian diteruskan kepada militer Israel. Jet tempur dilaporkan lepas landas sekitar pukul 06.00 waktu Israel. Pada pukul 09.40 waktu Teheran, rudal presisi tinggi menghantam kompleks pemerintahan dan menciptakan apa yang disebut sebagai “kejutan taktis”.
Korban dari Jajaran Elit Militer
Kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), mengonfirmasi tewasnya dua pejabat militer senior:
Seorang mantan pejabat AS menyebut peningkatan kemampuan intelijen Washington terjadi seusai konflik 12 hari pada Juni tahun lalu. Pengalaman tersebut memungkinkan pemetaan pola komunikasi dan pergerakan elite Iran secara lebih akurat.
Selain kompleks kepemimpinan, serangan lanjutan dilaporkan menghantam lokasi persembunyian perwira intelijen utama Iran.
Operasi ini memperlihatkan lemahnya sistem keamanan internal Iran dalam mengantisipasi pengawasan intelijen asing, sekaligus mempertegas eskalasi konflik regional yang kian terbuka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.