Jembatan Garuda Hubungkan 7.371 Desa
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Badan Geologi ESDM ungkap 11 indikasi sinkhole tipe Situjuah di Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Warga diminta waspada dan segera melapor. /Antara.
Harianjogja.com, LIMAPULUH KOTA—Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengedukasi masyarakat terkait 11 indikasi sinkhole tipe Situjuah atau fenomena tanah ambles yang tiba-tiba membentuk lubang di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Sosialisasi ini dilakukan agar warga lebih waspada terhadap gejala awal pergerakan tanah.
Ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM, Taufiq Wira Buana, menyampaikan bahwa pemahaman terhadap ciri-ciri awal sinkhole sangat penting untuk meminimalkan risiko.
"Kami sudah menjelaskan 11 indikasi awal sinkhole tipe Situjuah kepada masyarakat dan ini sangat penting," kata Taufiq di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu.
Ia memaparkan, gejala pertama berupa munculnya cekungan dengan lubang vertikal. Diameter cekungan tersebut dapat berukuran sentimeter hingga beberapa meter dan berfungsi sebagai jalur keluar-masuk air.
Indikasi kedua adalah aliran air atau sungai yang tiba-tiba menghilang. Ketiga, terdapat retakan berbentuk melingkar atau lonjong dengan bagian tengah lebih cekung atau ambles.
Tanda berikutnya berupa rekahan di permukaan tanah yang menjadi jalur masuk air. Pola rekahan ini bisa memanjang dan searah dengan aliran sungai bawah tanah.
"Gejala kelima air di permukaan tiba-tiba menghilang," ujarnya.
Kondisi tersebut juga dapat ditandai dengan saluran irigasi, kolam, atau embung yang mendadak bocor sehingga airnya meresap ke dalam tanah. Indikasi selanjutnya adalah tumbuh-tumbuhan yang berkumpul secara alami pada titik tertentu dan membentuk pola melingkar.
Gejala lain dari sinkhole tipe Situjuah yakni munculnya banyak mata air dalam jarak berdekatan seperti berkelompok, serta air yang tiba-tiba menjadi keruh atau berubah warna.
Selain itu, mata air atau sumur warga dapat mendadak kering meski sedang musim hujan. Area tanah juga bisa terasa lebih lembap atau basah dibandingkan sekitarnya. Indikasi terakhir adalah sumur gali dangkal yang di dalamnya terdapat aliran sungai bawah tanah.
Taufiq menegaskan bahwa tidak seluruh tanda tersebut otomatis membahayakan keselamatan. Namun, jika masyarakat menemukan salah satu atau beberapa gejala, diharapkan segera melapor kepada perangkat desa agar informasi diteruskan ke Badan Geologi untuk ditindaklanjuti.
"Badan Geologi berharap masyarakat juga peduli dengan tanda-tanda sinkhole tipe Situjuah ini," ujarnya, seraya menekankan pentingnya kewaspadaan dini di wilayah yang berpotensi mengalami fenomena tanah ambles tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Prakiraan cuaca DIY Rabu 12 Agustus 2026, mayoritas wilayah cerah. Kulonprogo perlu mewaspadai kabut atau asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya pada Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.