Pemerintah Siapkan Insentif Pengusaha Logistik Hadapi Zero ODOL
Pemerintah menyiapkan insentif bagi pengusaha logistik untuk meredam dampak zero ODOL yang berpotensi menaikkan biaya logistik 3,3%.
Foto ilustrasi musim hujan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar kota besar di Indonesia berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Minggu. Sejumlah wilayah bahkan berpotensi diguyur hujan lebat yang disertai kilat.
Dalam sistem peringatan dini cuaca BMKG, untuk wilayah Sumatra, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Medan, Pangkal Pinang, Palembang, dan Bengkulu. Sementara itu, Pekanbaru, Jambi, dan Bandar Lampung berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir. Adapun cuaca di Aceh dan Padang diprakirakan berawan.
Prakirawan BMKG Wahyu Anisa menjelaskan, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Pulau Jawa. Hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di Banten, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta, sedangkan Surabaya berpeluang diguyur hujan lebat.
“Untuk Pulau Jawa, hujan berpotensi terjadi hampir merata, dengan intensitas lebih tinggi di Surabaya,” ujar Wahyu dalam siaran prakiraan cuaca yang diikuti dari Jakarta.
Di wilayah Kalimantan, hujan ringan diprakirakan terjadi di Palangkaraya dan Tanjung Selor. Sementara Samarinda dan Banjarmasin berpotensi mengalami hujan lebat disertai kilat. Adapun Pontianak diprakirakan diselimuti awan tebal.
Untuk kawasan Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di Denpasar dan Kupang, sementara Mataram diprakirakan berawan.
Di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, dan Ternate. Sementara Mamuju diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat, sedangkan Palu berpotensi mengalami cuaca kabur.
Berpindah ke wilayah timur Indonesia, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang dapat terjadi di Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire, Jayawijaya, dan Merauke.
BMKG kembali menegaskan pentingnya penguatan sistem peringatan dini cuaca yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di tengah dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan laporan State of the Global Climate 2024 yang dirilis World Meteorological Organization (WMO) mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas sepanjang sejarah. Anomali suhu global bahkan telah melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius dibandingkan periode praindustri.
“Data observasi menunjukkan tren kenaikan suhu yang konsisten, baik secara global maupun di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya intensitas serta frekuensi cuaca ekstrem yang memicu bencana hidrometeorologi,” kata Andri.
Sejalan dengan itu, data BMKG selama 16 tahun terakhir, yakni periode 2010 hingga 2025, menunjukkan tren peningkatan kejadian banjir dan tanah longsor. Wilayah dengan kejadian tertinggi tercatat di Jawa Barat, disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, serta sejumlah daerah lain di Sumatra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan insentif bagi pengusaha logistik untuk meredam dampak zero ODOL yang berpotensi menaikkan biaya logistik 3,3%.
Meisya Siregar viral setelah merekomendasikan Bebi Romeo saat ditanya penyanyi dengan fee Rp100 juta. Deretan lagu hits sang musisi kembali jadi sorotan.
40% orang minum 2 gelas kopi per hari, tapi kafein berlebih bikin jantung berdebar. Simak 5 cara hilangkan kantuk tanpa kopi: cahaya terang, power nap, gerak, a
Presiden Prabowo masih mempertimbangkan kunjungan ke NTT pascagempa 7,7. Pemerintah fokus mempercepat penanganan korban.
Harga emas perhiasan hari ini 17 Agustus 2026 naik tipis. Emas 24 karat Lakuemas dijual Rp2,305 juta per gram, simak daftar lengkapnya.
PSIM Jogja resmi meminjamkan Reva Adi Utama ke Borneo FC Samarinda untuk musim 2026/2027 karena tidak masuk skema pelatih kepala.