Prabowo Bahas Kerja Sama PLTN dengan Rosatom Rusia
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Ilustrasi perundungan./Pixabay-Wokandapix
Harianjogja.com, JAKARTA—Kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah kembali menyita perhatian publik setelah anak perempuan seorang pemengaruh media sosial berinisial H, yakni C, dilaporkan mengalami trauma psikologis berat dan belum diizinkan kembali bersekolah di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur.
Kondisi psikologis C disebut mulai berubah sejak beberapa pekan terakhir, ditandai dengan tangisan berulang dan kecenderungan menutup diri, terutama sejak momen pergantian tahun. Hal itu diungkapkan langsung oleh H saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
“Karena anak saya ternyata dari minggu-minggu lalu, dari yang pulang dari tahun baru, itu dia nangis terus. Saya tanya kenapa, tapi diam aja, dia menjawab ‘enggak, enggak kenapa-kenapa’,” ujar H.
H menjelaskan bahwa perubahan sikap tersebut baru disadarinya secara utuh setelah mengetahui adanya dugaan rencana pembiusan yang disebut melibatkan teman sekolah anaknya. Sebelumnya, ia tidak langsung mengaitkan kondisi C dengan dugaan perundungan maupun pelecehan seksual.
Ia bahkan sempat menilai kesedihan anaknya muncul akibat faktor pribadi, termasuk kesibukannya yang membuatnya jarang menjemput C sepulang sekolah.
“Saya pikir saya yang salah kan karena saya jarang jemput atau apa. Tapi dia tidak ngomong. Baru ngomong ya minggu lalu itu pas saya ke sekolah,” ungkapnya.
Selain perubahan emosi, H juga mengamati bahwa anaknya kerap mengalami kegelisahan hampir setiap malam. Saat dijemput pun, C terlihat tidak tenang dan menunjukkan rasa takut yang berlebihan.
Menurut H, kondisi psikis anaknya bukanlah rekayasa atau drama semata, meski sebagian warganet menilai C terlihat baik-baik saja karena sempat muncul di media sosial.
“Jadi ketika dia melihat anak saya cerita di media sosial itu, disangka tidak kenapa-kenapa psikisnya. Lah, dia tidak tahu aja dia butuh kekuatan untuk cerita sama saya tuh,” katanya.
Atas kondisi tersebut, H memutuskan untuk sementara waktu menghentikan aktivitas sekolah anaknya dan memprioritaskan pemulihan mental hingga proses penanganan kasus ini memperoleh kejelasan.
“Anak aku sih lagi di rumah ya. Belum aku bolehin ke sekolah sampai masalah selesai dulu,” tegas H.
Kasus dugaan perundungan dan pelecehan seksual terhadap C bermula ketika salah satu teman sekolahnya berinisial R diduga mengajak korban untuk menyambut malam pergantian tahun. Selain itu, H juga mengungkapkan bahwa anaknya telah mengalami perundungan verbal sejak Februari 2025, dengan intensitas yang meningkat signifikan pada November 2025.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur II, Horale, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan penanganan berjalan sesuai ketentuan.
“Saat ini kami masih fokus pendalaman case yang terjadi dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” kata Horale saat dikonfirmasi secara terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo menerima petinggi Rosatom Rusia untuk membahas kerja sama pengembangan energi nuklir sipil di Indonesia.
Bermain game berlebihan dapat memicu gangguan tidur, mata lelah, hingga masalah kesehatan mental. Berikut 13 dampaknya.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.