LLDikti V Jogja Perkuat Integritas Menuju WBBM 2026, Cegah Gratifikasi
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, BALI—Universitas Udayana (Unud) Bali menyebutkan tidak ada tekanan akademik dialami mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berinisial TAS yang meninggal dunia karena jatuh dari lantai empat kampus tersebut.
"Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya indikasi tekanan akademik ataupun kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," kata Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarani menanggapi isu terkait tekanan akademik dan bimbingan skripsi TAS di Denpasar, Bali, Senin.
Ia menjelaskan pihaknya telah melakukan klarifikasi langsung kepada dosen pembimbing skripsi mendiang TAS. Berdasarkan keterangan yang diterima, proses bimbingan skripsi baru berjalan sekitar 20 hari dan dua kali pertemuan.
"Proses bimbingan berlangsung baik dan komunikatif, dosen pembimbing selalu mengakomodasi topik yang diajukan oleh almarhum," katanya.
Hingga saat ini, tidak ditemukan adanya indikasi tekanan akademik ataupun kendala administratif yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Sementara itu, beberapa mahasiswa yang diduga melakukan ucapan tanpa rasa empati setelah meninggalnya TAS, ujar dia, telah dipanggil dan diperiksa.
Bahkan, petinggi Unud telah menugaskan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) untuk melakukan pendalaman atas peristiwa ini.
Untuk mempercepat proses penelusuran, Satgas itu didukung oleh Tim Pencari Fakta yang terdiri atas unsur akademisi, ahli hukum, dan psikolog kampus setempat.
Tim tersebut bertugas mengumpulkan serta menelaah data dan fakta terkait aspek psikososial mendiang.
Nantinya, Satgas PPKPT segera menyusun rekomendasi kepada pimpinan universitas terkait sanksi akhir yang akan dijatuhkan kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan tindakan nihil rasa empati.
Pihak kampus kembali menegaskan ucapan tanpa empati terhadap TAS, dalam percakapan pada pesan berbasis aplikasi WhatsApp dan tersebar luas di media sosial, dilakukan setelah TAS meninggal dunia, bukan sebelumnya.
Ia menjelaskan penegasan itu untuk meluruskan adanya isu yang berkembang bahwa TAS meninggal dunia karena mengalami perundungan.
Sebelumnya, TAS ditemukan tergeletak di halaman depan gedung FISIP Unud Kampus Sudirman Denpasar, yang diduga akibat jatuh dari lantai empat gedung tersebut pada Rabu (15/10) pagi.
TAS sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawa mahasiswa tersebut tidak tertolong. Saat ini, kasus kematian mahasiswa Unud tersebut sedang diusut oleh Kepolisian Resor Kota Denpasar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
LLDikti V Jogja memperkuat integritas dan anti gratifikasi sebagai bagian dari target Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM 2026.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.
Manchester City dilaporkan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan aturan finansial Liga Primer. Sanksi dan proses banding masih menunggu.
Banjir meluas di Bangkok setelah hujan hampir 300 mm. Seluruh 50 distrik dinyatakan zona bencana, sementara hujan lebat masih berpotensi hingga 27 September.