Gol Justin Hubner Muncul Bersamaan dengan Kabar Pahit Garuda
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Bendera Arab Saudi/ist
Harianjogja.com, JOGJA—Arab Saudi mencetak rekor tertinggi pelaksanaan hukuman mati sepanjang 2025 dengan 356 eksekusi. Mayoritas vonis dijatuhkan dalam kasus narkoba di tengah kampanye keras antinarkotika.
Berdasarkan penghitungan kantor berita AFP, angka ini melampaui rekor sebelumnya pada tahun 2024 yang berjumlah 338 eksekusi, menandai tahun kedua berturut-turut negara kerajaan tersebut memecahkan rekor serupa.
Lonjakan eksekusi ini secara signifikan berkaitan dengan kebijakan keras “perang melawan narkoba” yang digencarkan pemerintah Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir. Mayoritas terpidana yang dieksekusi tahun ini merupakan mereka yang ditangkap beberapa tahun silam dan baru saja menyelesaikan seluruh proses hukum hingga vonis berkekuatan hukum tetap (inkracht).
Dominasi Kasus Narkotika: 243 Eksekusi dalam Setahun
Data resmi pemerintah yang dihimpun menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bagi para aktivis kemanusiaan. Dari total 356 eksekusi, sebanyak 243 orang dijatuhi hukuman mati atas perkara terkait narkoba.
Para analis menilai lonjakan ini sebagai dampak langsung dari kampanye antinarkoba masif di Arab Saudi. Sebagai informasi, Kerajaan kembali memberlakukan hukuman mati untuk pelanggaran narkotika pada akhir 2022, setelah sempat menangguhkan eksekusi untuk kasus serupa selama hampir tiga tahun.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran atas peredaran captagon, stimulan ilegal yang sempat menjadi komoditas gelap utama di kawasan Timur Tengah.
Penerapan hukuman mati yang masif ini terus menuai kritik tajam dari berbagai organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional. Para kritikus berpendapat bahwa praktik ini bertolak belakang dengan citra modern, moderat, dan terbuka yang ingin dibangun Arab Saudi melalui agenda reformasi Vision 2030 di bawah kepemimpinan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Aktivis HAM menyoroti bahwa penggunaan hukuman mati dalam skala besar dapat mencederai proyeksi masyarakat toleran yang sedang dipromosikan, terutama saat negara tersebut menggelontorkan dana triliunan dolar untuk:
- Pengembangan infrastruktur pariwisata kelas dunia.
- Penyelenggaraan ajang olahraga internasional.
- Persiapan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034.
Di sisi lain, Pemerintah Arab Saudi dengan tegas menyatakan bahwa hukuman mati merupakan instrumen penting untuk menjaga ketertiban dan keamanan publik. Otoritas setempat menekankan bahwa setiap vonis hanya dieksekusi setelah terpidana menempuh seluruh tahapan banding dan upaya hukum lainnya sesuai regulasi yang berlaku.
Selain eksekusi, kampanye antinarkoba ini juga melibatkan pengetatan pemeriksaan di jalan raya dan perbatasan. Hasilnya, jutaan pil disita dan puluhan pengedar ditangkap. Namun, laporan menunjukkan bahwa kelompok warga negara asing menjadi pihak yang paling terdampak oleh kebijakan keras ini.
Sebagai catatan sejarah, Amnesty International telah mendokumentasikan data eksekusi di Arab Saudi secara konsisten sejak tahun 1990, sementara data sebelum periode tersebut masih sulit diverifikasi secara independen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Justin Hubner mencetak gol saat Fortuna Sittard menghadapi FC Metz, di tengah kepastian dirinya absen membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.
Kebakaran melanda Pasar Modern BSB Semarang. Diduga dipicu kebocoran tabung gas di warung soto, sebanyak 179 kios terdampak.
Cuaca ekstrem dan angin kencang membuat hasil tangkapan nelayan di pesisir selatan Gunungkidul turun hingga separuh dalam beberapa hari terakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuding Rusia berencana mendatangkan 30.000 tentara Korea Utara dan menambah kerja sama militer dengan Pyongyang.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.