AI Mengubah Kampus di Tiongkok, 12.200 Jurusan Ditutup
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Kembang api malam pergantian tahun. - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Perayaan Tahun Baru memiliki sejarah panjang sejak peradaban Mesopotamia kuno hingga ditetapkannya Kalender Masehi sebagai standar global.
Melansir data sejarah dari Ruangguru, perayaan tahun baru pertama kali tercatat sekitar tahun 2000 SM oleh bangsa Mesopotamia. Mereka merayakan Nowruz, sebuah festival untuk menyambut hari pertama musim semi sekitar tanggal 20 Maret, saat posisi matahari tepat berada di atas khatulistiwa.
Berbagai peradaban kuno lainnya juga memiliki cara dan waktu penetapan awal tahun yang berbeda-beda:
- Tiongkok Kuno: Merayakan tahun baru saat munculnya bulan baru kedua pada musim dingin setelah titik balik matahari.
- Babilonia: Menggelar festival keagamaan besar bernama "Akitu" untuk menghormati dewa-dewa mereka.
- Mesir Kuno: Menetapkan tahun baru bertepatan dengan dimulainya banjir tahunan Sungai Nil yang sangat krusial bagi pertanian mereka.
Revolusi Julius Caesar dan Penetapan 1 Januari
Penetapan resmi 1 Januari sebagai awal tahun baru dimulai pada masa pemerintahan Kaisar Romawi, Julius Caesar, tepatnya pada 1 Januari 46 SM.
Sebelumnya, kalender Romawi tradisional hanya terdiri dari 10 bulan (304 hari). Caesar kemudian melakukan reformasi besar-besaran dengan menambahkan bulan Januarius dan Februarius (Januari dan Februari).
Bekerja sama dengan ahli astronomi Sosigenes, Caesar menyempurnakan penanggalan berbasis revolusi bumi terhadap matahari. Ia menetapkan satu tahun terdiri dari 365 hari dengan penambahan satu hari (tahun kabisat) setiap empat tahun sekali. Inilah yang menjadi cikal bakal Kalender Julian.
Transformasi Menjadi Kalender Gregorian Global
Sistem penanggalan ini terus berevolusi hingga munculnya Kalender Masehi, yang dihitung berdasarkan tahun kelahiran Isa Al-Masih dan mulai diadopsi luas di Eropa Barat sekitar abad ke-8.
Pada tahun 1582, sistem ini disempurnakan menjadi Kalender Gregorian oleh Dr. Aloysius Lilius dan disahkan oleh Paus Gregorius XIII. Kalender inilah yang kini menjadi standar internasional yang digunakan hampir di seluruh dunia.
Kini, perayaan pada malam 31 Desember telah bertransformasi menjadi simbol universal. Selain sebagai pesta pergantian tanggal, momen ini dimaknai sebagai waktu untuk refleksi diri, memulai lembaran baru, serta membawa harapan untuk perkembangan yang lebih baik di tahun mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.