650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah membahas penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) bagi pengungsi terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pembahasan tersebut dilakukan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf. Hasil pertemuan menyepakati bahwa setiap kepala keluarga pengungsi akan menerima BLT minimal Rp8 juta.
Bantuan itu diberikan di luar bantuan beras 10 kilogram per bulan serta uang lauk pauk sebesar Rp300.000 hingga Rp450.000 per bulan.
“Bagi saudara kita di Sumatra, setiap keluarga yang terdampak atau mengungsi akan mendapat minimal Rp8 juta, dengan rincian Rp3 juta untuk isian rumah dan Rp5 juta untuk pemulihan ekonomi. Dana itu di luar beras 10 kilogram per bulan, uang lauk pauk Rp300.000 sampai Rp450.000 per bulan, pembangunan hunian sementara dan tetap, serta uang tunggu hunian sebesar Rp600.000,” kata Seskab Teddy saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan, kesepakatan tersebut merupakan hasil pertemuannya dengan Gus Ipul, sapaan akrab Mensos Saifullah Yusuf, di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Selain BLT bagi pengungsi, pemerintah juga menyalurkan santunan kematian bagi ahli waris korban banjir bandang dan longsor di tiga provinsi tersebut sebesar Rp15 juta. Sementara warga yang mengalami luka berat akan menerima santunan sebesar Rp5 juta.
“Seluruh dana santunan tersebut akan langsung disalurkan oleh Kementerian Sosial berdasarkan data dan persetujuan dari masing-masing bupati atau wali kota setempat,” ujar Seskab Teddy.
Tak hanya itu, pertemuan tersebut juga membahas penyaluran BLT reguler bagi masyarakat secara nasional. Pemerintah memastikan BLT reguler sebesar Rp200.000 per bulan, ditambah BLT tambahan selama tiga bulan dengan total Rp900.000 per kepala keluarga.
Total penerima bantuan langsung tunai tersebut mencapai 35 juta kepala keluarga atau setara dengan sekitar 120 juta jiwa.
“Bantuan langsung tunai dipastikan harus diterima dengan tepat dan cepat,” tegas Seskab Teddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Kementerian PU mempercepat pembangunan dan rehabilitasi irigasi untuk menghadapi ancaman El Nino terhadap target swasembada pangan.
OJK mewajibkan laporan insidental PMDK melalui Sistem Pelaporan OJK mulai 1 Oktober 2026 untuk memperkuat pengawasan berbasis teknologi.
PSS Sleman memanfaatkan jeda internasional dengan mengasah tendangan bebas untuk memaksimalkan peluang dari situasi bola mati.