PLN Pastikan Listrik Flores Kembali Normal Pascagempa M7,7
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Foto ilustrasi bayi kembar. - ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Dedikasi tenaga kesehatan terlihat saat banjir melanda Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ketika seorang dokter membantu persalinan bayi kembar di dalam ambulans akibat lumpuhnya layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura, Kabupaten Langkat Sumatera Utara, pada 29 November 2025, karena rumah sakit tersebut tidak mampu melayani persalinannya.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mempublikasikan kisah dedikasi Afriza Amelia. Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/12/2025), kisah itu bermula saat Rajula (38) yang tengah hamil besar harus dievakuasi dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara,
“Saat itu situasi sedang tidak menentu akibat bencana banjir dan longsor yang baru saja terjadi beberapa hari sebelumnya,” demikian petikan keterangan Bakom RI.
RSUD Tanjung Pura menjadi salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak banjir. Mobil ambulans milik rumah sakit tersebut pun tidak dapat digunakan.
Pihak rumah sakit kemudian menghubungi Puskesmas Stabat Lama untuk mengevakuasi Rajula menggunakan ambulans menuju rumah sakit lain.
“Pada saat bencana banjir kemarin, ada ibu hamil di Rumah Sakit Umum Tanjung Pura. Kebetulan rumah sakit itu terdampak banjir sehingga mereka tidak bisa memberikan pelayanan,” kata dokter umum Puskesmas Stabat Lama, Afriza, dalam wawancara dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Petugas Puskesmas Stabat Lama segera merespons panggilan darurat tersebut dan mendatangi RSUD Tanjung Pura. Afriza menjadi salah satu dokter yang ditugaskan dalam proses evakuasi.
Ia bersama tim puskesmas membawa Rajula menggunakan ambulans menuju RS Putri Bidadari. “Kebetulan Rumah Sakit Putri Bidadari tidak terdampak, jadi mereka tetap bisa beroperasi seperti biasa,” tutur Afriza.
Namun, lanjut Afriza, kondisi pasien saat itu sudah mengalami kontraksi cukup lama dengan intensitas kuat.
Rajula tidak lagi mampu menahannya sehingga melahirkan bayi di dalam ambulans. Afriza yang berada di dalam ambulans tersebut kemudian membantu langsung proses persalinan.
“Ternyata sebelum sampai Rumah Sakit Putri Bidadari, ibunya sudah melahirkan. Kebetulan saya memang ada di situ. Ibunya mungkin sudah tidak tahan karena sudah kontraksi di jalan, akhirnya ibunya melahirkan di dalam ambulans,” katanya.
Afriza menyampaikan dua bayi perempuan kembar tersebut lahir dalam kondisi sehat dan selamat. Keduanya diberi nama Hana dan Hani. Hana lahir dengan berat 2,3 kilogram, sedangkan Hani lahir dengan berat 2,1 kilogram.
“Anaknya kembar. Ibunya sehat, anaknya juga sehat,” ucap dia.
Kisah persalinan bayi kembar di tengah banjir Langkat ini menegaskan peran vital tenaga medis dalam menjaga layanan kesehatan masyarakat di situasi bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PLN memulihkan 11 gardu induk di Flores pascagempa M7,7 NTT. Satu penyulang masih terganggu akibat tiang listrik roboh dan patah.
Perayaan HUT RI ke-81 di media sosial diwarnai euforia kemerdekaan sekaligus gelombang solidaritas untuk korban gempa NTT.
sejarah Jogja dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk menguri-uri nilai dan keteladanan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Sejarah upacara penurunan bendera 17 Agustus bermula di Gedung Agung Jogja pada 1946 dan berkembang menjadi tradisi kenegaraan hingga kini.
Pilur Gunungkidul 2026 digelar 26 September dengan 230 TPS di 31 kalurahan. DPT ditetapkan 24 Agustus.
Gempa M6,2 mengguncang Sulawesi Tengah pada Sabtu malam. BNPB mencatat satu orang meninggal dan dua gedung kantor rusak.