Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi Tata Kelola MBG
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Bobby Nasution - Antara
Harianjogja.com, MEDAN—Gubernur Sumut Bobby Nasution membantah isu yang menyebut anggaran bencana turun drastis, dan menegaskan nilai resmi tetap Rp123 miliar.
Menurut Bobby, angka Rp843 miliar yang ramai disebut bukan berasal dari dokumen resmi. Ia menilai informasi tersebut menyesatkan dan perlu diluruskan agar publik memahami struktur anggaran yang disahkan bersama DPRD Sumut. Pihaknya memastikan seluruh proses penganggaran berjalan sesuai regulasi.
Bobby juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran dilakukan mengikuti instruksi pemerintah pusat. Dana yang disesuaikan kemudian dialihkan ke BTT untuk kebutuhan mendesak, mulai dari bonus atlet PON dan Peparnas hingga perbaikan jembatan di Nias Barat. Ia menegaskan tidak ada pemotongan anggaran bencana seperti yang diberitakan.
"Yang ngomong siapa itu [ada pemangkasan]?," ujar Bobby menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Rabu.
Dia mengatakan, anggaran bencana disahkan bersama DRPD Sumut, yakni sebesar Rp123 Miliar sesuai rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (R-APBD) Sumut tahun anggaran 2025.
"Boleh, silahkan dilihat dari R-APBD 2025. Kalau dibilang diawal angkanya Rp800 miliar, bukanya di R-APBD yang disahkan bersama-sama dengan DRPD itu angkanya Rp123 miliar," kata Bobby.
Adanya kebijakan penyesuaian anggaran dari pemerintah pusat yang dijalankan tahun ini, jelas dia, juga berpengaruh pada anggaran tersebut.
"Sesuai Inpres [Instruksi Presiden] Nomor 1 Tahun 2025, kan kita ada efisiensi. Kita disuruh efisiensi, kita efisiensikan. Nah pertanyaannya efisiensi uangnya ditaruh dimana, kan enggak mungkin kita cantumkan," tutur Bobby.
Menurutnya, anggaran yang dilakukan penyesuaian dipindahkan ke belanja tak terduga (BTT) digunakan untuk pembayaran bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Kemudian, pembayaran bonus Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Solo, Jawa Tengah pada 6-13 Oktober 2024.
"Diletaklah uangnya di BTT, tapi sebelumnya kita lihat dulu ya. BTT yang dianggarkan dari awal itu, sudah digunakan untuk PON. Pembayaran atlet yang saat itu tidak semua dialokasikan, baik bonus atlet PON maupun Peparnas," katanya.
Gubernur juga menyebutkan, BTT yang digunakan untuk perbaikan infrastruktur di Kabupaten Nias Barat, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, karena sebelumnya tidak dialokasikan di APBD Sumut.
"Lalu di Nias Barat yang jembatannya terputus itu, menggunakan BTT juga karena tidak dianggarkan sebelumnya. Jadi Rp800 miliar itu, kalau mau dilihat dari R-APBD silahkan buka. Berapa angkanya itu," tegas Bobby.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.
HP RAM 8 GB hingga 12 GB makin terjangkau pada 2026. Simak daftar harga dan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaran.
Smartphone brain bukan istilah medis resmi. Dokter menjelaskan kaitannya dengan fokus, tidur, dan sakit kepala.
Apple menghadapi ganti rugi US$5,7 miliar atau sekitar Rp102,6 triliun setelah juri AS menyatakan Taptic Engine melanggar dua paten.