Groundbreaking PSEL Bali, Pemerintah Bidik Energi Bersih dari Sampah
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Pertemuan para kiai sepuh di PP Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (30/11/2025). Forum Kiai Sepuh NU mendesak agar terjadi islah di jajaran PBNU. ANTARA/HO-Forum Kiai Sepuh NU/aa.
Harianjogja.com, JAKARTA—Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama mendorong terjadinya islah sebagai jalan penyelesaian atas konflik yang tengah melanda jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Para kiai sepuh juga meminta seluruh pihak yang berselisih agar menahan diri demi menjaga marwah organisasi.
Juru Bicara Forum Sesepuh NU K.H. Oing Abdul Muid Sohib mengatakan para kiai telah melakukan pertemuan khusus untuk membahas dinamika yang terjadi di PBNU.
“Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di PBNU saat ini dan semuanya berharap bisa segera terjadi islah,” ujar K.H. Oing Abdul Muid Sohib di Kediri, Minggu (30/11/2025).
Pertemuan itu diprakarsai dua tokoh sepuh, yakni K.H. Anwar Manshur (Pesantren Lirboyo Kediri) dan K.H. Nurul Huda Djazuli (Pesantren Al Falah Ploso, Kediri).
Gus Muid, sapaan akrabnya, menambahkan forum menyerukan agar pihak-pihak yang tengah berkonflik menahan diri dan menghentikan pernyataan di media, terutama yang dapat membuka aib dan berpotensi merusak marwah jamiyah.
“Forum Sesepuh NU menyerukan kepada pihak di PBNU yang sedang berkonflik agar bisa menahan diri,” katanya.
Forum juga mengimbau PWNU, PCNU, PCINU, serta seluruh struktur NU di berbagai tingkatan tetap fokus menjalankan tugas, kegiatan, dan program masing-masing, serta tidak ikut terseret dalam konflik.
Selain menjaga harmonisasi organisasi, warga NU juga diminta memperkuat ukhuwah nahdliyah serta menjunjung etika dalam bermedia sosial.
“Forum juga mengimbau warga NU agar memperbanyak takarub kepada Allah SWT seraya memohon agar persoalan yang terjadi di PBNU segera memperoleh jalan keluar,” imbuhnya.
Menurut Gus Muid, pertemuan para kiai sepuh tersebut akan ditindaklanjuti agar islah dapat segera terwujud.
“Yang paling penting, kiai sepuh mendorong utamanya islah. Pertemuan ini menjadi awal yang akan kami tindak lanjuti dalam waktu dekat,” jelasnya.
Forum ini dihadiri para kiai dari berbagai pesantren dan wilayah, baik secara langsung maupun daring. Hadir di antaranya K.H. Anwar Manshur, K.H. Nurul Huda Djazuli, K.H. Ma’ruf Amin (via Zoom), K.H. Said Aqil Siroj (via Zoom), K.H. Abdullah Kafabihi Mahrus, K.H. Abdul Hannan Ma’shum, K.H. Kholil As’ad, K.H. Ubaidillah Shodaqoh, K.H. dr. Umar Wahid (via Zoom), dan K.H. Abdulloh Ubab Maimoen (via Zoom).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Pendaftar Magang Nasional 2026 Tahap 1 mencapai 300 ribu orang untuk memperebutkan 50 ribu posisi magang yang disediakan pemerintah.
DPRD Bantul mengawasi persiapan Pilur serentak di 30 kalurahan untuk memastikan tahapan berjalan transparan dan bebas politik uang.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.