Nusa Penida Andalkan Smart Microgrid, PLTS dan Baterai Terintegrasi
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menegaskan tidak akan hadir dalam rapat pleno PBNU yang digelar Syuriyah PBNU di Hotel The Sultan, Selasa malam. Ia menyebut agenda tersebut tidak memiliki dasar organisasi.
Gus Yahya menilai pleno itu merupakan manuver politik internal yang bertujuan untuk menjatuhkan dirinya dari posisi Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan secara de jure maupun de facto dirinya masih sah menjabat sebagai Ketua Umum Tanfidziyah PBNU sesuai mekanisme AD/ART.
Ia menambahkan bahwa pencopotan ketua umum hanya dapat dilakukan melalui muktamar sebagai forum tertinggi PBNU. Muktamar terdekat dijadwalkan pada 2027 dan harus digelar bersama Rais Aam serta Ketua Umum. Upayanya menemui Rais Aam Miftachul Akhyar juga belum membuahkan hasil karena belum mendapat kepastian jadwal.
"Ya buat apa, enggak ada konteks," kata Gus Yahya di Kantor PBNU.
Gus Yahya menilai agenda pleno tersebut bukan bagian dari mekanisme resmi organisasi. Tapi merupakan manuver untuk menjatuhkan dirinya. Pleno akan membahas pemilihan ketua umum hanyalah bagian dari upaya politik internal. Ia menekankan bahwa dirinya masih Ketua Umum PBNU yang sah
"Itu kan manuver, seperti saya bilang sejak awal bahwa secara de jure maupun de facto, saya masih tetap dalam kedudukan saya sebagai Ketua Umum Tanfidizyah PBNU," katanya.
Ia menjelaskan rapat pleno tidak bisa melengserkan dirinya dari kursi ketua umum. Pasalnya, penggantian ketua umum harus melalui mekanisme resmi organisasi dan sesuai AD/ART yakni muktamar.
Muktamar merupakan forum tertinggi di PBNU dan baru akan digelar pada 2027. Menurut dia, tidak ada jalan lain untuk melengserkannya kecuali lewat muktamar.
“Nah sementara Muktamar itu harus diselenggarakan bersama-sama oleh Rais Aam dan Ketua Umum. Enggak ada alternatif. Ya jalannya tetap ke sana [muktamar]. Karena kalau enggak, ya enggak Muktamar selama-lamanya jadinya, kan?,” kata dia.
Ia bercerita sebelum konflik semakin meruncing, dirinya selalu berusaha untuk bertemu dengan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, namun selalu tidak berkenan.
“Ya saya sudah [meminta bertemu], saya nunggu jawaban dari beliau. Saya sudah beberapa kali. Beliau masih bilang. Seperti yang diumumkan dalam rilis itu lah, ‘nanti menunggu jadwal’,” kata Gus Yahya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nusa Penida menerapkan Smart Microgrid yang mengintegrasikan PLTS, BESS, dan PLTD untuk mengoptimalkan energi terbarukan.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, serta syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Kepatuhan PKB di Jateng baru 54%. Dari 17 juta kendaraan, tunggakan pajak mencapai Rp2,4 triliun dan opsen Rp900 miliar.
Aviary dome Gunungkidul di Giritirto baru 17%. Proyek ditargetkan rampung Desember 2026 dan seluruh kawasan diproyeksikan selesai 2029.
BMKG memprakirakan cuaca berawan hingga hujan ringan di sejumlah wilayah Indonesia serta mengingatkan potensi awan cumulonimbus.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 21 September 2026 tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Tugu dan Kutoarjo.