3 Cara Menyembunyikan File di HP Android agar Tak Mudah Terlihat
Simak 3 cara menyembunyikan file di HP Android, mulai dari Folder Aman Files by Google, folder bertanda titik, hingga Folder Terkunci Google Photos.
warga mengungsi karena Topan Kalmaegi/AFP
Harianjogja.com. JOGJA—Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr., telah menetapkan status bencana nasional menyusul hantaman Topan Kalmaegi—salah satu topan terkuat tahun ini—yang mengakibatkan banjir parah di Filipina tengah. Bencana ini menewaskan sedikitnya 114 orang, dengan 127 lainnya dilaporkan hilang.
Topan Kalmaegi menyebabkan banjir meluas di kota-kota kawasan Cebu, pulau terpadat di wilayah tersebut. Data awal menunjukkan tingkat kerusakan yang signifikan dan jumlah korban yang tinggi.
Otoritas provinsi Cebu, sebagaimana dilansir dari AFP melaporkan tambahan 28 korban jiwa yang belum termasuk dalam data yang dirilis kantor pertahanan sipil nasional. Lebih dari 400.000 orang mengungsi akibat bencana ini di Cebu, yang berpenduduk 2,5 juta jiwa.
Sebagian besar korban tewas di Filipina disebabkan tenggelam akibat air bah lumpur yang mengalir dari lereng bukit ke permukiman. Pejabat setempat menggambarkan kerusakan akibat badai ini sebagai "belum pernah terjadi sebelumnya".
Presiden Marcos Jr. menjelaskan kepada wartawan pada Kamis (6/11/2025) bahwa keputusan penetapan status bencana nasional didasarkan pada besarnya kerusakan yang ditimbulkan Topan Kalmaegi, sekaligus antisipasi terhadap badai Uwan yang diperkirakan melanda pada akhir pekan.
"Hampir 10 wilayah, sekitar 10 hingga 12 wilayah, akan terdampak. Jadi jika sebanyak itu daerah yang terlibat, dengan cakupan sedemikian luas, maka ini merupakan bencana nasional," ujarnya kepada media lokal.
Status ini penting karena memberikan wewenang lebih kepada lembaga pemerintah untuk:
Di Filipina, status ini ditetapkan ketika terjadi korban jiwa dalam jumlah besar, kerusakan properti signifikan, serta gangguan terhadap mata pencaharian dan cara hidup normal masyarakat.
Kesaksian Korban dan Relawan Penyelamat
Warga yang kembali ke rumah mereka yang hancur masih trauma dengan banjir mematikan awal pekan ini.
Jel-an Moira Servas, pemilik usaha yang tinggal di Kota Mandaue dikutip dari BBC mengungkapkan bahwa air tiba-tiba mencapai pinggangnya dalam hitungan menit.
"Saat ini hujan sudah benar-benar berhenti dan matahari bersinar, tetapi rumah kami masih penuh lumpur, dan semua yang ada di dalamnya berantakan," katanya.
"Kami bahkan tidak tahu harus mulai membersihkan dari mana. Saya tidak bisa melihatnya tanpa menangis."
Carlos Jose Lañas, seorang relawan penyelamat berusia 19 tahun, mengaku terkejut dengan besarnya bencana.
"Ini banjir terburuk yang pernah saya alami," kata pemuda 19 tahun itu. "Hampir semua sungai di Cebu meluap. Bahkan petugas darurat tidak memperkirakan skenario seperti ini."
Korban tewas resmi juga termasuk enam awak helikopter militer yang jatuh di Pulau Mindanao setelah dikerahkan untuk membantu operasi bantuan pada Selasa.
Dampak Regional dan Peringatan untuk Vietnam-Thailand
Topan Kalmaegi (disebut lokal sebagai Tino), adalah siklon tropis ke-20 tahun ini yang melanda Filipina. Badai ini telah meninggalkan Filipina pada Kamis (6/11/2025) pagi dan bergerak menuju Vietnam tengah.
Badai ini sejak itu menguat, dengan kecepatan angin maksimum meningkat dari 150 km/jam menjadi 155 km/jam.
Ini terjadi belum sebulan setelah Topan Super Ragasa (Nando) dan Topan Bualoi (Opong) melanda Filipina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak 3 cara menyembunyikan file di HP Android, mulai dari Folder Aman Files by Google, folder bertanda titik, hingga Folder Terkunci Google Photos.
Bareskrim Polri menelusuri dugaan TPPO WNI di Jeju yang viral di Instagram. Polri menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Retribusi Pantai Glagah segera diuji coba secara digital. Wisatawan bisa membayar dengan QRIS, kartu debit, kartu kredit, dan e-money.