FAD DIY Siapkan Suara Anak Daerah 2026
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) No. 28/2025 yang menetapkan pembentukan Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperkuat pelaksanaan kebijakan gizi nasional di seluruh daerah.
Pembentukan tim ini disebut untuk menyelaraskan kebijakan dan menyelesaikan permasalahan yang bersifat lintas sektoral antarkementerian maupun lembaga dan pemerintah daerah, serta berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden.
“Tim Koordinasi memiliki tugas mendukung penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis melalui sinkronisasi, koordinasi, monitoring, evaluasi, dan pengendalian penyelenggaraan program makan bergizi gratis,” demikian bunyi Pasal 3 beleid tersebut, dikutip dari keterangan resmi Badan Gizi Nasional (BGN), Jumat (31/10/2025).
Posisi Ketua Tim Koordinasi MBG ini akan diemban Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Sementara itu, Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang didapuk sebagai Ketua Pelaksana Harian.
Lebih lanjut, Ketua Tim Koordinasi wajib melaporkan pelaksanaan tugas kepada Presiden sedikitnya satu kali setiap tiga bulan, atau sewaktu-waktu jika diperlukan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian akan memimpin pelaksanaan tugas harian serta menyelenggarakan rapat rutin minimal dua kali sebulan, atau sewaktu-waktu bila diperlukan. Hal ini digunakan sebagai bahan laporan Ketua Tim Koordinasi kepada Presiden.
Ketua Tim Koordinasi didampingi Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) sebagai Wakil Ketua I dan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) sebagai Wakil Ketua II.
Terdapat 13 menteri maupun kepala lembaga yang menjadi anggota tim koordinasi MBG, yakni Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama.
Selain itu, terdapat pula Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Menteri Koperasi, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Kepala Staf Kepresidenan, dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah).
Berikut susunan lengkap Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG:
Ketua: Zulkifli Hasan (Menko Pangan)
Wakil Ketua I: Pratikno (Menko PMK)
Wakil Ketua II: Muhaimin Iskandar (Menko PM)
Sekretaris: Kasan (Sekretaris Kemenko Pangan)
Ketua Pelaksana Harian: Nanik S. Deyang (Wakil Kepala BGN)
Wakil Ketua Pelaksana Harian: Nani Hendiarti (Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan)
Anggota:
Prasetyo Hadi (Mensesneg)
Tito Karnavian (Mendagri)
Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu)
Rachmat Pambudy (Menteri PPN/Kepala Bappenas)
Rini Widyantini (Menpan-RB)
Budi Gunadi Sadikin (Menkes)
Nasaruddin Umar (Menag)
Abdul Mu’ti (Mendikdasmen)
Wihaji (Mendukbangga/Kepala BKKBN)
Ferry Juliantono (Menkop)
Angga Raka Prabowo (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Forum Anak Daerah (FAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sukses menggelar hari pertama dari rangkaian kegiatan "Temu Hati #17" di Ruang Nyi Ageng Serang
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.