Indonesia Hanya Punya 66 Dokter Aritmia untuk 280 Juta Penduduk
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Sebanyak 50 penyandang disabilitas atau difabel melakukan kunjungan dengan menaiki transportasi umum menuju ke Pura Mangkunegaran. /Istimewa.
Harianjogja.com, SURAKARTA—Sebanyak 50 penyandang disabilitas atau difabel netra melakukan kunjungan dengan menaiki transportasi umum menuju ke Pura Mangkunegaran. Kegiatan bertajuk Teman Netra Tour De Solo ini untuk memperingati Hari Tongkat Putih Internasional 2025 memberikan pengalaman kepada difabel netra dalam mengakses transportasi publik dan fasilitas publik.
Kegiatan ini digelar oleh Yayasan Sadar Belajar Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berkontribusi mewujudkan lingkungan yang inklusif. Anak-anak difabel netra bersama pendamping (orang tua) dan volunteer melakukan perjalanan dari Jogja ke Surakarta dengan menggunakan transportasi umum Commuter Line atau KRL serta Batik Solo Trans (BST).
Pembina Yayasan sekaligus Anggota DPD RI Yashinta Sekarwangi Mega mendorong agar fasilitas publik seperti transportasi ramah terhadap difabel. Kegiatan perjalanan dengan difabel menggunakan transportasi umum itu sekaligus menjadi salah satu bentuk pemantauan bagaimana kondisi fasilitas tersebut.
"Perjalanan ini adalah wujud nyata fasilitas publik dapat diakses oleh teman-teman difabel. Melihat langsung semangat anak-anak datang ke stasiun, mencoba naik Commuter Line," katanya dikutip Senin (20/10/2025).
Ia menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa fasilitas publik pada hakikatnya dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat jika dirancang dengan mempertimbangkan aksesibilitas bagi keberagaman individu.
"Teman-teman difabel berantusias menyimak penjelasan mengenai Pura Mangkunegaran adalah pengingat kuat bagi kita semua bahwa akses terhadap transportasi dan warisan budaya bukanlah sebuah kemewahan, melainkan hak setiap warga negara, tanpa terkecuali,” ujarnya.
Ketua Panitia White Cane Day 2025 Muhammad Viqi Saputra menilai kegiatan ini lebih dari sekedar perjalanan. Namun menjadi laboratorium nyata bagi difabel netra dalam berlatih kemampuan orientasi mobilitasnya. "Kami ingin membuktikan bahwa setiap orang, tidak terkecuali teman-teman difabel netra, dapat menjelajahi dunia dan mengakses fasilitas yang ada termasuk akses transportasi umum," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.