Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah, Ini Penyebabnya
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
Alexander Ramlie/ammanmineral
Harianjogja.com, JAKARTA—Dalam ajang bergengsi ‘The 4th ASEAN Mineral Awards (AMA) 2025’, anak usaha PT Amman Mineral International, Tbk. (AMMN), meraih penghargaan tertinggi kategori ‘Best Practices in Processing’ (Praktik Pengolahan Mineral Terbaik).
Penghargaan tersebut diberikan kepada PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), salah satu perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, karena memiliki teknologi dan praktik terbaik pengolahan mineral dari Indonesia.
Penghargaan ini diserahkan dalam pertemuan tingkat Menteri sektor mineral ASEAN di Vientiane, Laos, pada 2 Oktober lalu, menegaskan AMMAN yang menerapkan praktik operasi yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan di industri pertambangan.
AMA sendiri diselenggarakan setiap dua tahun oleh Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), adalah barometer utama dalam penerapan praktik terbaik pengelolaan sumber daya mineral di wilayah Asia Tenggara.
Pendiri Amman Mineral PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) sebelumnya adalah PT Newmont Nusa Tenggara, anak usaha PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang diakuisisi pada 2016.
Dalam proses akuisisinya salah pendiri AMMN, Alexander Ramlie banyak berperan. Sebelum berkiprah di industri tambang, miliarder termuda di Indonesia itu meraih gelar sarjana dan magister ekonomi dari University of Boston, dan memulai kariernya sebagai bankir investasi di Lazard Frères & Co.
Sebelum mendirikan Amman pada 2015, Alexander menjabat sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk. (BORN), produsen batu bara metalurgi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Selama masa jabatannya di Borneo, beliau memainkan peran penting dalam mengakuisisi saham pengendali di Bumi PLC yang terdaftar di Bursa Efek London (LSE) pada tahun 2011.
Kemudian dari tahun 2012 hingga 2015, beliau menjabat sebagai Direktur Non-Eksekutif di Bumi dan memegang posisi dewan direksi di berbagai anak perusahaan Bumi seperti PT Berau Coal Energy Tbk. (BRAU) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, PT Berau Coal, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Kaltim Prima Coal, dan PT Arutmin Indonesia.
Pada 2015 dia menjadi salah satu pendiri Amman dan kemudian diangkat sebagai Komisaris di AMMAN pada Juni 2025. Di bawah kepemimpinannya, emiten bersandi AMMN mengalami transformasi yang signifikan dan mencapai pertumbuhan yang luar biasa, pembaruan budaya, dan keunggulan operasionoal.
Dia juga memainkan peran penting dalam akuisisi saham pengendali AMMAN di Macmahon Holdings Ltd yang terdaftar di Bursa Efek Australia (ASX) dan menjabat sebagai Direktur Non-Eksekutif dari tahun 2017 hingga 2023.
Melalui Amman, Alexander juga menjadi salah satu orang terkaya dan miliarder termuda di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$2,4 miliar atau sekitar Rp39,77 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga beras terus naik meski stok melimpah. Pengamat ungkap penyebab utama dari mahalnya gabah hingga distribusi belum optimal.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.