Kasus Ebola di Kongo Capai 5.514, Kematian 2.642 Orang
Kasus Ebola di RD Kongo mencapai 5.514 dengan 2.642 kematian. Sebanyak 10 negara memperketat pemeriksaan di perbatasan.
Ilustrasi lampu penerangan jalan umum (IST/Freepik)
Harianjogja.com, JAKARTA—Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, meminta perbaikan jalan serta pelayanan kesehatan dan keamanan di kawasan hutan lindung atau hutan tutupan.
"Kami menyambut positif kunjungan Gubernur Banten Andra Soni dan Kapolda Irjen Hengki ke Badui," kata Sekretaris Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Sabtu (27/9/2025).
Kunjungan pejabat Provinsi Banten tersebut, lanjutnya, tentu sangat positif untuk merealisasikan permintaan masyarakat Suku Badui, antara lain perbaikan jalan menuju kawasan Saba Budaya Badui yang rusak seperti menuju Terminal Ciboleger, Cijahe, Binong dan Cicakal.
BACA JUGA: Nguri-Uri Budaya, Padukuhan Soromintan Sleman Gelar Jathilan Kudo Praneso
"Kondisi jalan rusak dipastikan berdampak terhadap perekonomian masyarakat, juga kunjungan Saba Budaya Badui menurun," katanya.
Medi mengatakan warga Badui juga meminta pelayanan kesehatan di Puskesmas Cisimeut sebagai puskesmas penyangga membuka perawatan inap dan penambahan tenaga dokter.
Selama ini, kata dia, masyarakat Badui terpaksa rawat inap ke rumah sakit yang lokasinya cukup jauh, seperti ke Rangkasbitung dan Serang. "Kami berharap Puskesmas Cisimeut dapat melayani rawat inap bagi warga Badui," kata Medi.
Ia juga meminta penegak hukum Kepolisian Daerah (Polda) Banten menjaga dan melestarikan hutan lindung atau hutan larangan. Masyarakat Badui sepakat bahwa hutan di kawasan Badui bukan hutan milik Badui sendiri, tetapi milik semua masyarakat Lebak dan Banten.
Selama ini, kata dia, masyarakat Badui yang tinggal di permukiman tanah hak ulayat seluas 5.190 hektare terdiri atas 3.000 hektare hutan hutan larangan dan tidak boleh dilakukan penebangan pohon maupun eksploitasi pertambangan. Sedangkan sisanya seluas 2.190 hektare untuk permukiman masyarakat Badui dan pertanian ladang.
Ia mengatakan penduduk Badui mencapai 11.600 jiwa yang tersebar di 68 perkampungan dengan andalan ekonomi pertanian ladang dan kerajinan tenun. "Kami berharap kepolisian dapat menjaga dan melestarikan kawasan hutan lindung itu," katanya.
Sementara itu Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pihaknya berterima kasih kepada tokoh masyarakat, ulama, dan para relawan yang selama ini telah memperhatikan kesejahteraan warga Suku Badui.
Pemprov Banten, kata dia, berkolaborasi dengan Polda menggelar bakti sosial di Badui juga melakukan dialog, diskusi, dan silaturahmi, untuk menindaklanjuti berbagai hal terkait permintaan masyarakat Badui. "Kita berharap semua permintaan masyarakat Badui itu bisa direalisasikan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus Ebola di RD Kongo mencapai 5.514 dengan 2.642 kematian. Sebanyak 10 negara memperketat pemeriksaan di perbatasan.
Penumpang KA jarak jauh di Daop 6 Jogja naik 23% saat libur Maulid Nabi. Total 47.833 penumpang tercatat hingga Selasa siang.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.