Inter Miami Dekati Casemiro, Berpeluang Main Bareng Messi
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.
Ilustrasi banjir. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sistem informasi hujan akan disempurnakan menjadi peringatan dini banjir yang lebih spesifik, mencakup kawasan terdampak dan potensi bencana, tidak hanya sekadar prakiraan cuaca harian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan evaluasi ini muncul menyusul banjir bandang di Bali awal September lalu. Informasi prakiraan cuaca yang kurang spesifik bisa disalahartikan sebagai peringatan dini bencana.
"Informasi cuaca yang ada saat ini belum sepenuhnya dapat diterjemahkan menjadi peringatan bahaya di tingkat masyarakat. Yang disampaikan baru intensitas hujan, padahal masyarakat dan petugas di lapangan butuh informasi bahaya yang lebih spesifik, seperti potensi banjir, longsor, atau banjir bandang,” kata dia, dalam konferensi daring “Disaster Briefing” dari Jakarta, Senin (15/9/2025) malam.
Menurut Abdul Muhari, peringatan dini seharusnya berbasis real time dan terus diperbarui sejak pertama diterbitkan, misalnya dengan menginformasikan curah hujan aktual yang sudah melampaui ambang batas ekstrem.
“Dalam peristiwa banjir Bali, tanggal 10 kemarin, kalau threshold hujan ekstrem 150 milimeter sudah terlewati, maka petugas harus segera bergerak melakukan evakuasi dan patroli di sungai,” ujarnya.
BACA JUGA: Konsumsi Pemanis Buatan Tinggi, Otak Bisa Menua Lebih Cepat
Sistem pemantauan di Pintu Air Katulampa, Bogor, yang bisa menjadi peringatan dini banjir untuk wilayah Jakarta, dinilai efektif dan bisa direplikasi. BNPB mendorong sistem serupa dikembangkan di Bali, terutama di daerah aliran sungai (DAS) Ayung yang mengaliri Badung, Jembrana, Buleleng, Karangasem, Gianyar, Bangli, dan Denpasar.
BNPB mencatat hingga kini 18 orang meninggal dunia, 149 warga mengungsi, dan sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat banjir bandang.
"Pembenahan peringatan dini penting, jadi perhatian, agar masyarakat tidak lagi terkejut menghadapi bencana. Kita harus geser peringatan dari sekadar fenomena cuaca ke informasi bahaya yang bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
BNPB mendorong kementerian/lembaga dan organisasi perangkat daerah memperkuat sistem peringatan dini berbasis dampak sebagai dasar rencana aksi tanggap darurat bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Inter Miami dikabarkan selangkah lagi merekrut Casemiro dengan status bebas transfer untuk bermain bersama Lionel Messi di MLS.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.