Kejagung Periksa 3 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
Pendampingan bagi wirausaha muda sebelum bertemu dengan calon investor. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 40 pebisnis muda dari kalangan startup lokal DIY menjalani inkubasi bisnis pada Senin (25/8/2025). Mereka telah melalui proses panjang seleksi pada tahap sebelumnya dan saat ini dipersiapkan untuk menghadapi calon investor.
"Jadi mereka seleksi dari sebelumnya berjumlah 80, saat di level 2 ini tersisa 40 anak muda. Nah di level selanjutnya nanti akan diseleksi lagi menjadi 35 anak. Tentu ini akan ada yang tersisih sehingga mereka harus benar-benar siap dengan bisnisnya," kata Mentor Bisnis Bio Hadikusuma, Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan pada level kedua ini para peserta akan dilatih lebih keras lagi dalam berbinis. Mereka harus menuntaskan perencanaan bisnis dan hitung-hitungan untung ruginya. Pasalnya pada level berikutnya sudah mengarah ke materi untuk bertemu calon investor.
BACA JUGA: Pemeliharaan Rutin, Selokan Mataram-Van Der Wijck Akan Ditutup
"Jadi model pembinaan dari pemerintah itu kita kamuflasekan dengan investor. Jadi mereka biar belajar secara mental bagaimana menghadapi investor. Kalau biasanya hanya penjurian saja, nah ini kami hadapkan dengan investor sehingga mereka akan ditekan, dikritik soal bisnisnya dengan harapan mentalnya terbentuk," ucapnya.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Koperasi UKM DIY serta Disdikpora DIY dengan menyasar kalangan wirausaha muda jenjang SMA/SMK. Inkubasi binis kawula muda ini telah memasuki level 2 yang disiapkan untuk memperkuat materi di level 1.
Salah satu peserta yang cukup menginsipirasi dalam berbisnis di antaranya ada Sela Ayu dari Wirobrajan, Kota Jogja. Ia sudah mulai berbisnis lewat Bakmi Maju Tak Gentar. Ia berusaha mengembangkan usaha tersebut berawal dari orangtuanya yang piawai memasak bakmi. Akan tetapi, bukan sekadar makanan bakmi yang ia jual namun juga kesan dan tempat karena berkolaborasi dengan musik jazz sehingga punya segmen pelanggan yang khusus.
"Jadi saya jadwalkan ada beberapa komunitas musik seperti jazz untuk berkumpul sehingga perlahan responsnya itu positif. Sehingga saya tidak semata-mata menjual bakminya," ujar dia.
BACA JUGA: Cokrodiningratan Jogja Kembangkan Tabungan Sampah Organik Berbasis Maggot
Ia berharap bisa lolos pada level berikutnya. Baginya kegiatan tersebut sangat memberikan pengalaman karena didampingi oleh mentor yang memiliki pengalaman berbisnis. "Saya optimistis saja, usaha memberikan yang terbaik, semoga lolos," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.