Kesepakatan Trump-Xi Disebut Momen Bersejarah, Ini Isinya
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.
Beras SPHP. - Antara
Harianjogja.com, JAMBI—Polisi menangkap seorang penjual beras subsidi SPHP dari Bulog yang ditukar atau dikemas ulang untuk dijual kembali dengan harga yang lebih mahal kepada masyarakat.
“Tersangka Rudy Setiawan warga Kota Jambi ditangkap karena telah menjual 1,4 ton beras subsidi yang dikemas ulang dan aksinya terungkap kepolisian dengan modus curang untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” kata Direktur Reserve Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, di Jambi, Senin.
Tim Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jambi telah membongkar praktik culas yang melanggar tindak pidana perlindungan konsumen yang merugikan masyarakat dan mengancam ketersediaan beras subsidi di pasaran. Pelaku bernama Rudy Setiawan (34), warga Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.
BACA JUGA: Pembayaran Uang Ganti Rugi Tol Jogja-Solo di 3 Kalurahan Sleman Capai Rp109,7 Miliar
Modus tersangka Rudy setelah terbukti mengemas ulang beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke dalam karung polos tanpa label, lalu menjualnya kembali sebagai beras non-subsidi dan dari modus kotor ini pelaku sudah berhasil menyalurkan 1,4 ton beras hasil curang ke pasaran dengan keuntungan ratusan juta rupiah.
“Tersangka memindahkan isi beras SPHP yang seharusnya dijual murah untuk masyarakat, ke dalam karung polos berukuran 5 kg, 10 kg, dan 20 kg. Lalu dipasarkan kembali sebagai beras non-subsidi tanpa izin. Praktik ini jelas merugikan rakyat kecil dan melawan hukum,” kata Kombes Taufik.
Kasus bermula dari laporan masyarakat pada 23 Agustus 2025 terkait beredarnya beras subsidi yang dikemas ulang di wilayah Mayang, Kota Jambi. Hasil pemeriksaan Subdit I Ditreskrimsus bergerak cepat ke sebuah toko milik Joni, CV Gembira Maju Bersama, di Jalan Lingkar Barat.
Di lokasi itu polisi menemukan 174 karung beras polos dengan total 1.440 kg (1,4 ton) yang didistribusikan Rudy menggunakan mobil pick up Daihatsu Grandmax BH 8812 MY.
Polisi juga terus menelusuri rumah Rudy di Perumahan Bumi Citra Lestari 6, Kota Jambi. Hasilnya, ditemukan ratusan karung beras SPHP asli, timbangan, mesin jahit karung, serta ratusan karung polos kosong yang disiapkan khusus untuk repackaging.
Sejumlah barang bukti, antara lain 221 karung beras SPHP,174 karung beras polos berbagai ukuran (5 kg, 10 kg, 20 kg), satu unit mesin jahit karung portabel, timbangan 30 kg, satu unit mobil pikap Grandmax BH 8812 MY, serta barang pendukung lainnya.
Tersangka Rudy dijerat sesuai pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf b, c, dan i UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun atau denda maksimal Rp2 miliar.
BACA JUGA: KPK Akan Cabut Status Tersangka Mendiang Awang Faroek Ishak
Ditreskrimsus Polda Jambi menegaskan kasus ini akan dituntaskan. Polisi akan melengkapi administrasi penyidikan, memeriksa saksi serta ahli dari Kementerian Perdagangan, dan segera menyerahkan berkas ke jaksa penuntut umum.
“Beras SPHP adalah program pemerintah untuk menekan harga pangan. Jika diperdagangkan secara ilegal, bukan hanya merugikan konsumen, tapi juga bisa memperparah inflasi pangan. Ini tindakan biadab terhadap kebutuhan pokok rakyat,” kata Kombes Pol Taufik Nurmandia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.