Kemendagri Sentil Bupati Pati Sudewo, Ini Penyebabnya
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Sudewo, Bupati Pati/Instagram
Harianjogja.com, JAKARTA—Bupati Pati Sudewo akhirnya buka suara setelah dirinya didemo oleh ribuan warga yang menuntut dirinya mundur.
BACA JUGA: Dinkes Sebut ada 64 Orang Terluka Akibat Demo Pati
Menurut Sudewo, dirinya menolak mundur dari jabatan Bupati Pati. Pasalnya, Sudewo menjelaskan bahwa secara konstitusional, dirinya telah resmi ditunjuk oleh rakyat dan tidak mau mundur hanya karena tuntutan demo warga.
"Kalau saya kan dipilih oleh rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan itu. Semua ada mekanismenya," tuturnya dalam keterangan resminya, Kamis (14/8).
Sudewo mengemukakan bahwa dirinya memahami emosi yang diutarakan warga kemarin di depan kantornya. Namun, dia mengaku tidak bisa mengendalikan emosi warga secara keseluruhan, hanya sebagian saja.
"Ya kami bisa memahami emosi mereka, karena orang banyak kan. Tidak mungkin bisa terkendali secara keseluruhan. Tapi yang terpenting ini sudah berjalan," kata Sudewo.
Sudewo pun mengakui bahwa dirinya salah dan akan memperbaiki kesalahan itu. Dia juga mengimbau warga untuk memaklumi kesalahannya, mengingat Sudewo baru beberapa bulan menjadi Bupati Pati dan memiliki banyak kekurangan.
"Nanti ke depannya akan saya perbaiki segala sesuatunya, ini merupakan proses pembelajaran bagi saya karena juga baru beberapa bulan menjabat sebagai bupati masih banyak kekurangan masih banyak kelemahan yang harus kami benahi ke depan," ujarnya.
Sudewo pun berharap semua warga yang ikut berdemo dan mengalami luka ringan maupun luka serius bisa kembali pulih.
"Itu sudah ditangani pihak rumah sakit, saya harap bisa ditangani sebaik-baiknya bagi mereka yang sedang sakit mudah-mudahan segera sembuh dan sehat kembali," tuturnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kementerian Dalam Negeri menyentil Bupati Kabupaten Pati Jawa Tengah Sudewo untuk menjaga lisan dan perbuatannya.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan