PBB Desak Akses Jalur Gaza Dibuka, Ini Alasannya

Jumali
Jumali Minggu, 20 Juli 2025 11:47 WIB
PBB Desak Akses Jalur Gaza Dibuka, Ini Alasannya

Ratusan warga membawa bantuan yang mereka terima dari truk yang memasuki Jalur Gaza utara, di jalan utara Kota Gaza, Palestina (22/6/2025). ANTARA/Xinhua/Rizek Abdeljawad

Harianjogja.com, JOGJA—United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East atau Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mendesak akses ke jalur Gaza dibuka.

Pembukaan jalur Gaza berkaitan dengan penyalurab bantuan kemanusiaan yang saat ini menumpuk di gudang penyimpanan termasuk di Al Arish, Mesir.

BACA JUGA: Paus Leo XIV Minta Genjatan Senjata di Jalur Gaza

"UNRWA telah memiliki cukup makanan untuk seluruh populasi Gaza selama tiga bulan, tetapi saat ini menumpuk dan masih menunggu diizinkan masuk," tulis badan tersebut melalui akun X, dilihat Minggu (20/7/2025).
"Buka gerbangnya dan akhiri pengepungan ini. Izinkan UNRWA untuk melakukan tugasnya dan menolong mereka yang membutuhkan, termasuk di antaranya 1 juta anak-anak," tegas UNRWA.

Blokade total terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza telah diberlakukan sejak 2 Maret 2025. Kondisi yang mengakibatkan akses terhadap makanan, obat-obatan, dan logistik penting lainnya terputus bagi lebih dari dua juta penduduk di wilayah tersebut.

Sampai saat ini pemerintah Israel tetap melarang UNRWA terlibat langsung dalam distribusi bantuan kemanusiaan. Pihak otoritas Israel diketahui justru menyerahkan pengelolaan distribusi bantuan kepada Gaza Humanitarian Foundation (GHF) yang dinilai kontroversial.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online