Masih Sulit Menabung Bisa Jadi Tanda Posisi Ekonomi Anda
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Donald Trump - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat lebih dari 1.300 pegawai Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Jumat (11/7/2025) waktu setempat. Langkah ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran yang dicanangkan presiden dalam upaya memangkas birokrasi pemerintah federal.
BACA JUGA: BSU Perlu Sasar Pekerja Informal
Associated Press mengungkapkan, sebanyak 1.107 pegawai sipil dan 246 pejabat dinas luar negeri yang bertugas di dalam negeri akan menerima surat pemutusan hubungan kerja. Para pejabat luar negeri akan langsung diberi cuti administratif selama 120 hari sebelum resmi diberhentikan, sementara pegawai sipil memiliki masa transisi selama 60 hari.
Kebijakan ini menjadi bagian dari program Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk merampingkan struktur pemerintahan, termasuk meleburkan USAID ke dalam Departemen Luar Negeri.
“Ini adalah langkah efisiensi. Kalau satu biro ditutup, ya otomatis posisi di sana tidak lagi dibutuhkan,” ujar Rubio dalam konferensi pers di sela forum ASEAN di Malaysia.
Namun, keputusan ini ditentang keras oleh para diplomat senior. American Academy of Diplomacy menyebut pemutusan kerja massal sebagai langkah yang “secara serius merusak kemampuan AS dalam memahami dan merespons dinamika global”.
“Menghancurkan kapasitas institusional Departemen Luar Negeri di tengah tantangan global adalah tindakan yang bertentangan dengan kepentingan nasional,” tegas pernyataan resmi lembaga tersebut.
Surat resmi yang dikirim Kementerian Luar Negeri kepada Kongres AS menyebutkan bahwa lebih dari 300 biro dan kantor akan terdampak. Termasuk di dalamnya adalah penghapusan berbagai program bantuan untuk pengungsi, imigrasi, hak asasi manusia (HAM), dan demokrasi, program-program yang selama ini menjadi ciri khas kebijakan luar negeri AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penurunan kemiskinan ekstrem di Indonesia menyoroti lima indikator yang sering digunakan untuk mengenali kondisi kelas menengah bawah dan kelas bawah.
Koperasi Merah Putih di DIY berkembang sesuai kebutuhan warga, mulai dari distribusi pupuk hingga pemasok sembako dan UMKM.
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.