Practical Magic 2: Kutukan Keluarga dan Chemistry Dua Bintang
Practical Magic 2 menghadirkan kembali Sandra Bullock dan Nicole Kidman dengan kisah kutukan keluarga Owens dan nostalgia film 1998.
Bendera Amerika Serikat. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, PENTAGON—Serangan Amerika Serikat terhadap Iran bukan dan tidak pernah ditujukan untuk mengubah rezim, kata Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pada Minggu (22/6/2025).
"Misi ini bukan dan tidak pernah bertujuan untuk mengubah rezim," kata Hegseth dalam konferensi pers bersama dengan Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Udara AS Jenderal Dan Caine.
Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan Amerika melakukan serangan yang "sangat berhasil" terhadap tiga fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Esfahan, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan konflik yang meluas di Timur Tengah.
BACA JUGA: Rusia: Sejumlah Negara Siap Memasok Senjata Nuklir ke Iran
Hegseth mengatakan, Trump mengizinkan operasi yang akurat untuk menetralkan ancaman terhadap kepentingan nasional AS, yang ditimbulkan oleh program nuklir Iran.
Operasi udara itu juga bertujuan menegaskan pertahanan diri bersama pasukan AS dan sekutunya, Israel. Ia menambahkan bahwa rencana untuk menyerang Iran telah dipersiapkan selama berbulan-bulan sebelumnya.
"Kami menghancurkan program nuklir Iran,” klaim Hegseth.
“Namun, perlu dicatat bahwa operasi ini tidak menargetkan pasukan Iran atau rakyat Iran," ujarnya.
Menyebut bahwa ambisi nuklir Iran telah hancur, Hegseth mengklaim operasi yang direncanakan Trump sangat “berani dan brilian”. “Ketika Presiden ini [Trump] berbicara, dunia harus mendengarkan,” ujarnya.
enderal Dan Caine mengatakan, Komando Pusat AS (CENTCOM), di bawah komando Jenderal Eric Kurilla, melaksanakan Operasi Midnight Hammer yang menargetkan tiga fasilitas nuklir Iran.
Lebih dari 125 pesawat AS berpartisipasi dalam misi ini, termasuk pesawat pengebom siluman B-2, beberapa penerbangan pesawat tempur generasi keempat dan kelima, puluhan pesawat tanker pengisian bahan bakar udara, kapal selam rudal berpemandu, berbagai pesawat pengintai dan pengawasan intelijen, serta ratusan profesional perawatan dan operasional, kata Caine.
Itu adalah serangan operasional B-2 terbesar dalam sejarah AS dan misi B-2 terpanjang kedua yang pernah diterbangkan, hanya dilampaui oleh misi-misi pada hari-hari setelah serangan teror 11 September (2001), ujarnya.
"Kami telah membuat keputusan cerdas untuk meminimalisasi risiko bagi pasukan AS di kawasan itu," kata Caine.
BACA JUGA: Diskon Tiket Kereta Cepat hingga 20 Persen Berlaku di Liburan Sekolah
Ketika ditanya kapan para pemimpin Kongres AS diberi tahu berapa lama sebelum serangan terjadi, Hegseth mengatakan, mereka diberi tahu setelah pesawat-pesawat itu keluar dengan aman dari wilayah udara Iran. "Mereka diberi tahu segera setelah itu,” ujar Hegseth.
Anggota parlemen AS pada mengecam tindakan Trump yang dianggap diputuskan sepihak, karena menyerang Iran tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada Kongres.
Namun, Hegseth mengklaim bahwa AS, ketika melancarkan serangan ke Iran, telah memahami tantangan yang dihadapi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Practical Magic 2 menghadirkan kembali Sandra Bullock dan Nicole Kidman dengan kisah kutukan keluarga Owens dan nostalgia film 1998.
Mercedes mengajukan teknologi mobil yang bisa mengapung dan bergerak di air. Rodanya menjadi penggerak, dilengkapi sensor, GPS, dan pelampung.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi pos pemantauan Gunung Merapi sekaligus memastikan situasi di kawasan lereng Merapi tetap aman dan kondusif.
Persija vs Persib di Super League 2026/2027 mempertemukan dua skuad dengan total nilai pasar Rp318,52 miliar.
LPS menyebut unsur investasi unitlink tidak masuk PPP. Simak jenis asuransi yang masuk dan tidak masuk cakupan penjaminan polis.
Avengers: Doomsday meraih presales US$50 juta atau Rp875 miliar di Amerika Utara. Lebih dari 70% tiketnya untuk format Infinity Vision.