Sidang Perdana Yaqut Cholil, KPK Urai Dugaan Korupsi Kuota Haji
Yaqut Cholil menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji. KPK akan mengurai konstruksi perkara dan potensi kerugian Rp622 miliar.
Tenaga Honorer - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menetapkan jadwal resmi pengumuman hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 Tahun 2024 dimulai hari ini Senin 16 Juni 2025 hingga hingga 30 Juni 2025.
Momen ini menjadi penentu akhir bagi para peserta, karena hasil pengumuman akan menunjukkan siapa saja yang berhasil lolos dan berhak mengisi formasi sesuai jabatan serta lokasi yang telah dilamar.
Tahap ini sekaligus menjadi penutup dari seluruh rangkaian proses seleksi yang telah berlangsung sejak April hingga Mei 2025. Saat peserta mengakses akun SSCASN masing-masing, mereka akan melihat kode pengumuman terkait hasil seleksi PPPK Tahap 2.
Secara keseluruhan, terdapat 11 kode penting yang akan muncul, dan setiap kode memiliki arti khusus yang menggambarkan status kelulusan peserta. Memahami arti dari kode-kode ini sangatlah penting, karena informasi tersebut berkaitan langsung dengan hasil seleksi yang telah diikuti.
BACA JUGA: Wisatawan Malioboro Membutuhkan Fasilitas Penunjang bagi Pejalan Kaki
Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah menetapkan sejumlah kode berbentuk huruf untuk menunjukkan status peserta, apakah dinyatakan lulus, cadangan, tidak lulus, atau perlu melengkapi data tertentu.
Lalu, apa saja arti dari masing-masing kode tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini. Saat mengakses hasil seleksi PPPK melalui akun SSCASN, peserta akan menjumpai sejumlah kode berupa huruf yang menunjukkan status kelulusan.
Setiap kode memiliki arti tersendiri dan penting untuk dipahami agar peserta mengetahui posisi mereka dalam hasil seleksi. Berikut ini penjelasan arti dari masing-masing kode:
Jika Anda memperoleh kode L, L-2, atau L-3, artinya Anda dinyatakan lulus dan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya sesuai dengan formasi yang dilamar.
Bagi peserta yang dinyatakan lulus, tahapan selanjutnya adalah mengisi Daftar Riwayat Hidup (DRH) secara daring serta melengkapi berkas administratif untuk proses penetapan Nomor Induk PPPK.
Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil lolos, disarankan untuk terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah mengenai seleksi selanjutnya.
BKN juga mengingatkan agar seluruh peserta berhati-hati terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan. Proses seleksi PPPK dilaksanakan secara transparan, obyektif, dan tanpa dipungut biaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yaqut Cholil menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji. KPK akan mengurai konstruksi perkara dan potensi kerugian Rp622 miliar.
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.
Progres Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman mencapai 88 persen. Proyek dikebut agar bisa difungsionalkan saat Nataru.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Presiden Abelardo de la Espriella memimpin langsung penanganan bencana.