Tiga Pelaku Pencurian Tower BTS di Banyumas Dibekuk Polisi
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
Pendaftaran mahasiswa baru. - ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 mengumumkan sebanyak 29,43 persen peserta dinyatakan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2025.
Secara rinci total peserta SNBT Tahun 2025 adalah 860.976 peserta (diantaranya 364 peserta difabel), yang terdiri atas 25.000 lulusan 2023, 130.450 lulusan 2024, dan 705.526 lulusan 2025. Total peserta Seleksi Jalur SNBT 2025 tersebut bersaing memperebutkan 284.380 kursi daya tampung.
Jumlah peserta yang dinyatakan lulus SNBT Tahun 2025 adalah 253.421 peserta, sedangkan keketatan pendaftar dan diterima adalah 29,43 persen. Dari jumlah peserta yang dinyatakan lulus tersebut sebanyak 83.539 (33,22 persen) adalah peserta dengan KIP Kuliah (calon penerima bantuan biaya pendidikan tinggi dari pemerintah).
"Selamat kepada peserta SNBT Tahun 2025 yang dinyatakan lulus seleksi," kata Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB Tahun 2025 Eduart Wolok dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Eduart mengimbau agar peserta yang dinyatakan lulus SNBT 2025 segera melakukan registrasi ulang sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dituju.
"Bagi peserta yang belum lulus SNBT agar tidak berkecil hati, karena masih mempunyai kesempatan untuk menempuh seleksi jalur mandiri apabila ingin terus berjuang dalam seleksi mahasiswa baru PTN tahun 2025," ujarnya.
BACA JUGA: Panglima Sebut Pengamanan Jaksa Oleh TNI Sesuai Undang-undang, Tugas Selain Perang
Diketahui pada tahun 2025 ini SNPMB diikuti oleh 145 PTN, yang terdiri atas 75 PTN dan 26 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai PTN Akademik, serta 44 Politeknik Negeri sebagai PTN Vokasi.
Jumlah pendaftar yang memilih program studi sarjana adalah 799.230 peserta, yang memperebutkan 225.538 kursi daya tampung.
Adapun jumlah pendaftar pada program studi Diploma IV adalah 43.582 peserta, yang memperebutkan 32.352 kursi daya tampung, dan jumlah pendaftar pada program studi Diploma III adalah 18.164 peserta, yang memperebutkan 26.490 kursi daya tampung.
Pada PTN Akademik, sebanyak 219.889 pendaftar dinyatakan lulus Seleksi Jalur SNBT, yang terdiri atas pendaftar lulus pilihan pertama sebanyak 98.567 pendaftar, pendaftar lulus pilihan kedua sebanyak 98.077 pendaftar, pendaftar lulus pilihan ketiga sebanyak 17.169 pendaftar, dan pendaftar lulus pilihan keempat sebanyak 6.076 pendaftar.
Adapun pada PTN Vokasi sebanyak 33.532 pendaftar dinyatakan lulus SNBT, yang terdiri atas pendaftar lulus pilihan pertama sebanyak 6.144 pendaftar, pendaftar lulus pilihan kedua sebanyak 4.788 pendaftar, pendaftar lulus pilihan ketiga sebanyak 14.199 pendaftar, dan pendaftar lulus pilihan keempat sebanyak 8.401 pendaftar.
Di antara lulusan tersebut terdapat 77 peserta difabel yang dinyatakan lulus, yang terdiri atas 22 peserta tunanetra dan 55 peserta difabel lainnya.
Pengumuman resmi SNPMB tentang status kelulusan peserta Seleksi Jalur SNBT Tahun 2025 diinformasikan melalui laman web resmi https://pengumuman-snbt.snpmb.id, atau laman web mirror di masing-masing PTN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polresta Banyumas menangkap tiga pelaku pencurian aset BTS di dua lokasi dan menduga aksi dilakukan di banyak TKP lain.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.