Daya Saing Indonesia Merosot ke Peringkat 48, Infrastruktur Jadi Sorot
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Presiden Prabowo Subianto./YouTube Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto mengatakan, hubungan antara Indonesia dan China sudah berlangsung lama dan melebihi hubungan diplomatik dan ekonomi. Dia menyebut, banyak orang Indonesia yang juga memiliki DNA China.
BACA JUGA: Prabowo Ajak Pengusaha China Investasi di Indonesia
Pada acara Indonesia-China Business Reception 2025, Sabtu (24/5/2025), Prabowo menyampaikan di depan Perdana Menteri (PM) China Li Qiang bahwa hubungan kedua negara sudah berlangsung lama jauh sebelum terbentuknya hubungan diplomatik.
Prabowo mengatakan, banyak monumen di Indonesia yang menggambarkan sejarah masuknya kebudayaan China. Itu menunjukkan eratnya hubungan antara kedua bangsa.
"Saya kira di bangsa Indonesia kalau dicek genetiknya, DNA-nya, saya kira banyak DNA kita adalah DNA dari Tiongkok," kata Prabowo di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (24/5/2025).
Presiden ke-8 itu juga menyebut, peradaban China mengajarkan nilai-nilai budaya yang sangat tinggi. Dia mengatakan bahwa Indonesia memandang peradaban China selalu ingin mencari kebaikan dan keuntungan bersama, serta selalu menciptakan perdamaian maupun harmoni.
Oleh sebab itu, Prabowo menekankan pemerintahannya bertekad untuk menjaga apa yang sudah dicapai dalam hubungan Indonesia dan China, serta meningkatkannya.
"Karena itu saya sangat bertekad untuk menjaga apa yang sudah dicapai sampai sekarang perlu kita tingkatkan," ujarnya.
Untuk diketahui, PM Li Qiang tiba di Indonesia pada Sabtu (24/5/2025) dan disambut kedatangannya di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dia akan berada di Jakarta pada 24-26 Mei 2025.
PM Li Qiang juga membawa puluhan pengusaha dari China untuk menjajaki kerja sama investasi baru dengan swasta maupun BUMN Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Daya saing Indonesia turun ke peringkat 48 dunia pada 2026. Infrastruktur dan efisiensi bisnis menjadi faktor utama yang menekan posisi RI.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.