Seller Marketplace Diberi Waktu 18 Bulan Urus NIB, Ini Kata Kemendag
Kemendag memberi masa transisi hingga 18 bulan bagi seller marketplace mengurus NIB sesuai Permendag Nomor 19 Tahun 2026.
Ilustrasi pinjol atau pinjaman oline. - Foto dibuat oleh AI/Stokcake
Harianjogja.com, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri multifinance dan fintech P2P lending atau pinjaman online atau pinjol untuk mewaspadai potensi risiko akibat maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam beberapa waktu terakhir.
OJK menilai kondisi tersebut dapat berdampak pada peningkatan risiko gagal bayar di sektor pembiayaan. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, menegaskan bahwa pelaku industri perlu meningkatkan kehati-hatian dan memperkuat strategi mitigasi risiko.
“Maraknya PHK akan terus dicermati dampaknya terhadap multifinance dan pinjol. Perusahaan didorong untuk terus memperhatikan aspek kehati-hatian, memiliki manajemen risiko yang memadai, dan melakukan inovasi secara berkelanjutan untuk menekan meningkatnya risiko gagal bayar di tengah dinamika perekonomian domestik dan global,” kata Agusman, Senin (19/5/2025).
Meski demikian, profil risiko industri multifinance dan pinjol secara umum masih terjaga. Per Maret 2025, rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross di sektor multifinance tercatat turun menjadi 2,71% dari bulan sebelumnya, sementara di industri pindar, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) tetap stabil di posisi 2,77%.
“OJK terus melakukan monitoring terhadap tingkat risiko kredit bermasalah. Per Maret 2025, profil risiko multifinance terjaga dengan rasio NPF gross tercatat turun menjadi 2,71% dari bulan sebelumnya. Pada industri Pindar, TWP90 juga masih terjaga di posisi 2,77%,” katanya.
Agusman mengatakan OJK juga terus memantau dampak perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I/2024 terhadap sektor pembiayaan digital. Namun, peluang pertumbuhan industri Pindar masih terbuka, didukung oleh kemampuan adaptasi dan digitalisasi yang kuat.
Dampak dari perlambatan ekonomi nasional pada kuartal I/2025 terhadap industri Pindar akan terus dicermati. Namun, fleksibilitas, digitalisasi, dan fokus pada segmen underserved membuat pondar tetap berpotensi tumbuh positif pada kuartal mendatang, khususnya dalam pembiayaan jangka pendek dan UMKM.
"Kami akan terus mengawasi agar pertumbuhan Pindar berlangsung sehat dan berkelanjutan,” tegas Agusman.
Dari sisi kinerja, piutang pembiayaan perusahaan multifinance tumbuh 4,6% secara tahunan (year on year/YoY) per Maret 2025, mencapai Rp510,97 triliun.
BACA JUGA: Polda Jateng Tangkap 4 Anggota Ormas Ingin Kuasai Lahan PT KAI
Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh pembiayaan modal kerja yang naik 11,07% (YoY). Selain itu, profil risiko perusahaan pembiayaan juga mengalami perbaikan, di mana NPF net turun menjadi 0,80% dari 0,92% pada Februari 2025. Gearing ratio perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 2,26 kali, jauh di bawah ambang batas maksimum yang ditetapkan sebesar 10 kali.
Di industri fintech P2P lending, outstanding pembiayaan tumbuh signifikan sebesar 28,72% (YoY) per Maret 2025, dengan nilai mencapai Rp80,02 triliun. Tingkat TWP90 berada di angka 2,77%, relatif stabil dari posisi Februari 2025 yang sebesar 2,78%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendag memberi masa transisi hingga 18 bulan bagi seller marketplace mengurus NIB sesuai Permendag Nomor 19 Tahun 2026.
DPRD Gunungkidul mendorong tambahan Rp400 juta untuk dropping air karena alokasi 3.000 tangki diperkirakan habis sebelum kekeringan berakhir.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.