Polri Andalkan Data Satelit untuk Deteksi Karhutla, Ribuan Personel Dikerahkan
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Foti ilustrasi seismograf gempa bumi - StockCake
Harianjogja.com, KENDARI—Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diguncang dua kali gempa bumi akibat sesar aktif, Minggu (4/5/2025).
Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kendari Rudin saat dihubungi di Kendari, mengatakan gempa bumi pertama pada pukul 14.46 Wita dengan magnitudo 4,2, yang kemudian disusul pada pukul 15.24 Wita dengan magnitudo 2,2.
Gempa pertama di barat daya Lalolae dengan kedalaman 5 kilometer dan gempa kedua dengan kedalaman 4 kilometer.
Berdasarkan episenter, gempa bumi pertama di koordinat 4.06 lintang selatan, 121.77 bujur timur, berlokasi di darat pada jarak 4 kilometer barat daya Lolae, sedangkan gempa kedua di 1 kilometer tenggara Lolae, Kabupaten Kolaka Timur.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, katanya, gempa bumi itu kategori gempa dangkal akibat aktivitas sesar di barat daya Lolae.
BACA JUGA: Disdik Gunungkidul Bersurat ke PLN, Minta Tidak Ada Pemadaman saat ASPD Berlangsung
"Dampak gempa bumi, guncangan ini dilaporkan dirasakan di Kolaka timur, dirasakan oleh banyak orang dalam rumah, di luar oleh beberapa orang. Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," ujarnya, Minggu.
Rudin mengungkapkan gempa bumi ini sebagai susulan, bagian dari rangkaian aktivitas gempa beruntun di Kabupaten Kolaka Timur sejak 24 Januari 2025 dengan magnitudo 4,9. "Di mana gempa bumi yang terjadi saat ini merupakan gempa bumi ke-531," ujar dia.
Ia mengimbau seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disiarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," demikian Rudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polri memanfaatkan data satelit dan Crisis Monitoring Center untuk mempercepat deteksi karhutla selama Operasi Aman Nusa II 2026.
Jalan berlubang menjadi salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pengendara, terutama ketika melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki dan tidak rata.
Daftar Kapolri dari masa ke masa sejak 1945. Suyudi Ario Seto menjadi Kapolri ke-26 setelah menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Portugal. Media melaporkan akun Timnas Portugal kehilangan sekitar 500 ribu followers setelah kabar tersebut mencuat
Media Bangladesh menyoroti kekhawatiran Thomas Dooley sebelum menghadapi Indonesia. Kekhawatiran itu terbukti setelah Bangladesh kalah 2-9.
Empat warga Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, positif antraks. Sebanyak 47 orang masuk risiko terpapar dan dipantau selama 60 hari.