Prabowo: Indonesia Jadi Sorotan Dunia Berkat Mandatori B50
Prabowo menyebut Indonesia menjadi sorotan dunia usai menerapkan mandatori B50 yang diproyeksikan memangkas emisi dan menghemat devisa Rp170 triliun.
Ilustrasi Ledakan./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei angkat bicara terkait tragedi ledakan di Pelabuhan Shahid Rajaee, Kota Bandar Abbas. Dia meminta dilakukan penyelidikan atas peristiwa yang digambarkannya sebagai insiden yang "memilukan".
Dalam satu pernyataan yang dirilispada Ahad, Khamenei mengatakan peristiwa tersebut telah menyebabkan "kesedihan dan kekhawatiran yang mendalam." Karenanya, dia mendesak otoritas keamanan dan peradilan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh untuk "mengungkap kelalaian atau kesalahan yang disengaja, dan menindaklanjutinya sesuai dengan hukum."
BACA JUGA: Jumlah Korban Tewas Akibat Ledakan Misterius di Iran Tembus 40 Orang
"Semua pejabat harus merasa bertanggung jawab untuk mencegah insiden tragis dan merusak seperti itu," sebut pernyataan itu.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada Ahad, Gubernur Provinsi Hormozgan Mohammad Ashouri mengatakan sedikitnya 40 orang tewas akibat luka-luka mereka dan 900 lainnya terluka.
Ia memastikan bahwa berbagai upaya tengah dilakukan untuk mengidentifikasi beberapa korban tewas yang menderita luka bakar parah akibat ledakan tersebut.
Ashouri menambahkan bahwa 700 dari 900 korban yang terluka itu telah dipulangkan dari rumah sakit setelah mendapat perawatan medis awal.
Sebelumnya pada Ahad, media setempat mengutip pernyataan dokter di Universitas Sains Kedokteran Hormozgan bahwa lebih dari seribu orang terluka dalam ledakan yang terjadi pada Sabtu dan dicatat sebagai salah satu ledakan terbesar yang pernah terjadi di negara tersebut.
Pada Ahad, petugas pemadam kebakaran terus berupaya mengendalikan amukan api dan mencegahnya menyebar ke tempat lain. Sementara operasi penyelamatan juga terus dilakukan untuk membantu para korban yang terluka.
Menteri Dalam Negeri Eskander Momeni mengatakan kepada media di Bandar Abbas, Iran Selatan, pada Sabtu malam bahwa sistem operasional pelabuhan dan bea cukai tidak mengalami kerusakan serius sehingga sudah dikeluarkan perintah agar kegiatan pemuatan, pengeluaran kargo, dan bea cukai di pelabuhan dilanjutkan.
Presiden Masoud Pezeshkian juga mengunjungi Bandar Abbas pada Ahad dan bertemu dengan para korban luka yang dirawat di berbagai rumah sakit. Ia juga melakukan survei udara di pelabuhan tersebut bersama sejumlah pejabat senior.
Menurut media setempat, kebakaran terjadi di pelabuhan pada Sabtu sekitar pukul 12 siang waktu setempat (15.30WIB), khususnya di area dermaga peti kemas.
Laporan awal menunjukkan adanya bahan yang mudah terbakar di dekat lokasi ledakan. Pelabuhan penting dan strategis ini berada di Provinsi Hormozgan, sekitar 15 kilometer barat daya Pelabuhan Bandar Abbas di pantai utara Selat Hormuz.
Sehubungan dengan insiden ini, banyak negara menyampaikan pesan solidaritas dan tawaran bantuan kepada Pemerintah Iran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menyebut Indonesia menjadi sorotan dunia usai menerapkan mandatori B50 yang diproyeksikan memangkas emisi dan menghemat devisa Rp170 triliun.
Pemkab Sleman mengalokasikan hibah Rp3,193 miliar untuk tujuh ormas keagamaan dan 14 tempat ibadah pada 2026. Dana berasal dari APBD dan akan diawasi penggunaan
Pemkab Bantul mengusulkan sekitar 1.000 rumah tidak layak huni kepada Kementerian PKP untuk mendapat bantuan rehabilitasi pada 2027. Sebanyak 500-600 unit.
Perawatan paliatif bantu pasien kronis tetap nyaman meski tak sembuh. Namun, lebih dari 90% pasien di Indonesia belum mendapat layanan ini.
Kodim 0730/Gunungkidul memperketat pengamanan proyek Koperasi Desa Merah Putih setelah pencurian peralatan senilai Rp17,5 juta terjadi di lokasi pembangunan KDM
Kapanewon Sewon mempelajari usulan pemberhentian Dukuh Banyon yang diduga terlibat kasus penggelapan sertifikat tanah dan pungutan liar program PTSL.