Lokasi Pembangunan Subway Bawah Tanah Runtuh di Korea Selatan, Pencarian Korban Dihentikan

Newswire
Newswire Sabtu, 12 April 2025 22:37 WIB
Lokasi Pembangunan Subway Bawah Tanah Runtuh di Korea Selatan, Pencarian Korban Dihentikan

Lokasi konstruksi subway di Gwangmyeong, Korea Selatan yang runtuh, Sabtu (12/4/2025). Sejumlah pekerja terjebak. - ist/X @meetourworld

Harianjogja.com, SEOUL—Lokasi pembangunan kereta api bawah tanah di Gwangmyeong, Korea Selatan runtuh. Tim penyelamat menghentikan pencarian pekerja di tempat kejadian, tepat di selatan Seoul, karena masalah keselamatan di tengah memburuknya kondisi cuaca, kata pihak berwenang Sabtu (12/4/2025).

Lokasi konstruksi Jalur Sinansan runtuh pada pukul 15.13 sore hari waktu setempat pada Jumat (11/4/2025), menyebabkan sebagian jalan di atas tanah ambruk dan merusak beberapa bangunan.

Lima pekerja awalnya tidak dapat dijangkau, tetapi tiga ditemukan dalam keadaan selamat, sementara yang lain -- seorang pengemudi ekskavator berusia 20-an -- diselamatkan 13 jam setelah keruntuhan sekitar 30 meter di bawah tanah.

Operasi pencarian pekerja kelima, seorang pria beusia 50-an, telah memasuki hari kedua, dengan pihak berwenang mengerahkan tujuh anjing pencari dan penyelamat serta menggunakan peralatan berat.

Namun, karena kekhawatiran akan keruntuhan lain di tengah hujan, tim penyelamat ditarik dari lokasi pada sore hari.

Polisi dan petugas pemadam kebakaran menghadapi kesulitan dalam menentukan lokasi pekerja yang hilang meskipun telah mencoba menemukannya melalui telepon genggamnya.

BACA JUGA: Dua Pelajar Boyolali Meninggal Dunia di Pantai Klayar

Badan cuaca telah meramalkan hujan hingga 40 mm disertai guntur dan kilat di wilayah ibu kota yang lebih luas hingga Minggu pagi.

Polisi secara terpisah melakukan penyelidikan awal untuk menentukan penyebab keruntuhan. Lokasi tersebut telah dievakuasi Jumat pagi setelah pihak berwenang diberitahu tentang risiko keruntuhan menyusul ditemukannya retakan di beberapa pilar.

Keruntuhan tersebut mendorong pihak berwenang untuk mengeluarkan perintah evakuasi bagi sekitar 2.400 penduduk di dekatnya, yang dicabut setelah tengah malam setelah inspeksi keselamatan.

Sekitar 220 orang yang bermalam di tempat penampungan semuanya telah kembali ke rumah. Operasi pencarian pekerja kelima akan dilanjutkan setelah hujan berhenti dan kondisi dianggap aman bagi penyelamat, kata pihak berwenang.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online