Trump Ambil Alih Sementara Komando Kepolisian di Washington DC
800 personel Garda Nasional ke Washington DC serta mengambil alih sementara komando Kepolisian Metropolitan ibu kota AS tersebut.
Warga Palestina melintas di jalan yang dikelilingi bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Kota Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Jumat (12/4/2024). Antara/Xinhua/Rizek Abdeljawad
Harianjogja.com, JAKARTA – Israel dan Hamas akhirnya sepakat gencatan senjata untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza.
Melansir Reuters, Kamis (16/1/2025), kesepakatan ini diumumkan oleh AS dan Qatar, mengakhiri konflik 15 bulan yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina dan memanaskan ketegangan di Timur Tengah.
Kesepakatan ini menetapkan gencatan senjata selama enam minggu sebagai langkah awal, diikuti penarikan bertahap pasukan Israel dari Jalur Gaza dan pembebasan sandera Hamas sebagai ganti pembebasan tahanan Palestina di Israel.
Fase pertama kesepakatan mencakup pembebasan 33 sandera Israel, termasuk wanita, anak-anak, dan pria berusia di atas 50 tahun.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengumumkan bahwa gencatan senjata akan dimulai pada hari Minggu mendatang. Para negosiator aktif menyusun langkah-langkah implementasi.
Presiden AS Joe Biden menyatakan kesepakatan ini akan menghentikan kekerasan, membuka jalur bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina, dan menyatukan kembali sandera dengan keluarga mereka setelah lebih dari setahun dalam penawanan.
BACA JUGA: Israel Hadapi 50 Gugatan di Pengadilan Atas Kejahatan Perang di Palestina
Warga Gaza merayakan di jalan-jalan, meskipun wilayah tersebut mengalami krisis kemanusiaan dengan kelangkaan pangan, air, dan bahan bakar yang parah.
“Saya bahagia, meski menangis. Ini tangisan kegembiraan,” ujar Ghada, seorang ibu dari lima anak yang kini menjadi pengungsi.
Di Tel Aviv, keluarga sandera Israel dan kerabat mereka menyambut berita ini dengan penuh haru.
"Kami, keluarga dari 98 sandera, menyambut dengan suka cita dan kelegaan luar biasa atas perjanjian yang membawa harapan untuk memulangkan orang-orang tercinta kami," kata kelompok keluarga sandera dalam pernyataan resmi.
Kesepakatan ini lahir dari proses negosiasi panjang dan berliku yang dimediasi oleh Mesir dan Qatar dengan dukungan AS. Pengumuman ini datang menjelang pelantikan Presiden terpilih AS Donald Trump pada 20 Januari mendatang.
Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi juga menyampaikan dukungan terhadap kesepakatan ini melalui unggahannya di platform X.
Jika sukses, gencatan senjata bertahap ini diharapkan menghentikan pertempuran yang telah menghancurkan Gaza, meratakan sebagian besar kawasan perkotaan, dan membuat mayoritas dari 2,3 juta penduduknya kehilangan tempat tinggal.
Sami Abu Zuhri, seorang pejabat Hamas, menyebut kesepakatan ini sebagai pencapaian besar. Kelompok ini menyatakan persetujuan resmi kepada mediator untuk gencatan senjata dan pembebasan sandera.
Di Israel, kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Hamas telah menghapus tuntutan di menit-menit terakhir, namun beberapa rincian kesepakatan masih belum tuntas.
"Kami berharap semua detail terselesaikan malam ini," bunyi pernyataan tersebut.l
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
800 personel Garda Nasional ke Washington DC serta mengambil alih sementara komando Kepolisian Metropolitan ibu kota AS tersebut.
PSIS Semarang resmi menunjuk Widodo C Putro sebagai pelatih anyar untuk memburu target promosi ke Liga 1 musim 2026/27.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.