Gegara Visa Dicabut Trump, Ini Langkah Presiden Palestina di Sidang Umum PBB
Presiden AS Donald Trump mencabut visa kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berpidato saat sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Ilustrasi./ bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah Inggris akan memangkas jumlah pegawai negeri sipil (PNS) dan mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi administrasi.
Melansir Reuters, Senin (10/3/2025), rencana tersebut diungkapkan oleh Menteri Kabinet Pat McFadden akhir pekan lalu.
McFadden mengungkapkan bahwa layanan sipil pusat dapat dan memang seharusnya menjadi lebih ramping, meskipun ia tidak merinci berapa banyak posisi yang akan dikurangi.
Dalam pernyataan terpisah, ia mengumumkan bahwa pemerintah Partai Buruh akan menggelar program digitalisasi besar-besaran. Targetnya, dalam lima tahun ke depan, 10% dari seluruh PNS akan bekerja di bidang digital atau data.
"Setiap tugas yang bisa dilakukan lebih cepat dan lebih baik oleh teknologi digital atau AI tidak seharusnya dikerjakan secara manual," tegasnya.
Di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer, pemerintah menjadikan peningkatan produktivitas sebagai prioritas utama guna menutup defisit fiskal yang diperburuk oleh pertumbuhan ekonomi yang lesu.
Reformasi birokrasi ini akan dikombinasikan dengan pemotongan anggaran yang rencananya akan diumumkan oleh Menteri Keuangan Rachel Reeves pada 26 Maret mendatang.
BACA JUGA: Pemda DIY Jajaki Kerja Sama dengan Pemerintah Inggris Terkait Emisi Karbon
Menurut McFadden, lonjakan jumlah PNS dalam beberapa tahun terakhir dipicu oleh dampak Brexit dan pandemi Covid-19. Namun, ia menekankan bahwa pengurangan ini bukanlah strategi ideologis untuk memperkecil peran negara, melainkan langkah rasionalisasi demi efisiensi pengeluaran publik.
Selain itu, pemerintah akan memperkenalkan paket reformasi kesejahteraan sosial guna mengurangi ketergantungan masyarakat pada bantuan negara.
"Beban ini tidak adil bagi pembayar pajak," ujarnya dalam wawancara dengan Sky News.
Saat ini, Inggris menjadi satu-satunya negara di kelompok G7 yang belum berhasil memulihkan tingkat ketenagakerjaan ke level sebelum pandemi.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana memangkas lebih dari 10.000 posisi PNS, termasuk melalui program pengurangan sukarela.
Menurut laporan Bloomberg, jumlah PNS Inggris mencapai lebih dari 513.000 tahun lalu, melonjak 34% dibandingkan dengan 2016.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Presiden AS Donald Trump mencabut visa kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berpidato saat sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Wali Kota Solo Respati Ardi prioritaskan guru dan nakes dalam rekrutmen CASN. Pemkot kejar solusi kekurangan tenaga pendidikan.
Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil bahas strategi peningkatan PNBP, swasembada energi, dan listrik desa. Ini target dan datanya.
Merokok meningkatkan risiko kanker mulut secara signifikan. Ketahui penyebab, dampak, dan cara menurunkannya menurut dokter.
BGN akan menangguhkan SPPG tanpa Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi. Kebijakan ini demi menjaga kualitas Program Makan Bergizi Gratis.
Serangan Israel ke Lebanon kembali meningkat. Puluhan wilayah dihantam, korban tewas bertambah. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah.