Trump Ambil Alih Sementara Komando Kepolisian di Washington DC
800 personel Garda Nasional ke Washington DC serta mengambil alih sementara komando Kepolisian Metropolitan ibu kota AS tersebut.
Sejumlah warga berkumpul di dekat bangunan masjid dan gedung-gedung permukiman yang hancur setelah serangan pasukan Israel di jalur Gaza, Palestina. ANTARA/Anadolu -
Harianjogja.com, JAKARTA — Jerman mengambil langkah yang selama ini dihindari, yakni membatasi ekspor senjata ke Israel. Upaya tersebut dilakukan karena Benyamin Netanyahu berencana menguasai Gaza
Melansir Bloomberg, Minggu (10/8/2025), Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang sejak lama dikenal sebagai sekutu setia Tel Aviv, pada Jumat mengumumkan penangguhan pengiriman senjata yang berpotensi digunakan dalam operasi militer di Jalur Gaza.
Keputusan ini menjadi sinyal pergeseran kebijakan luar negeri Jerman, yang selama puluhan tahun dilandasi rasa tanggung jawab moral atas Holocaust.
Merz menyatakan, operasi militer Israel tak akan mampu mencapai tujuan yang diklaim, yakni menghancurkan Hamas dan membebaskan sandera. Bagi banyak pengamat, langkah ini bukanlah pembalikan arah total, melainkan tembakan peringatan terhadap sekutu lama.
Peneliti di German Institute for International and Security Affairs Muriel Asseburg mengatakan peringatan kepada Israel ini luar biasa karena merupakan langkah konkret pertama dari pemerintah Jerman.
”Namun saya tidak melihatnya sebagai sebuah putaran balik, melainkan sebuah 'tembakan peringatan'," jelasnya seperti dikutip Bloomberg.
Tekanan publik semakin nyata. Survei ARD-DeutschlandTREND menunjukkan dua pertiga warga Jerman mendesak pemerintah menekan Israel agar menghentikan serangan dan memperbaiki situasi kemanusiaan.
BACA JUGA: Pemerintah Prancis Kutuk Israel Ingin Duduki Gaza
Hanya 31% yang masih memandang sejarah kelam Nazi sebagai alasan memberi dukungan istimewa bagi Israel — angka terendah dalam beberapa dekade.
Retaknya konsensus politik turut mencuat. Partai Sosial Demokrat (SPD), mitra junior dalam koalisi, mendorong langkah lebih tegas seperti sanksi terhadap menteri Israel dan evakuasi medis anak-anak korban perang.
Media di Jerman juga terpecah menjadi dua kubu. Pada akhir Juli, media Der Spiegel menuding Israel melanggar hukum humaniter internasional, sementara Bild mengkritik demonstrasi anti-Israel yang dinilai berat sebelah dan mengabaikan kekejaman Hamas.
Jerman, pemasok senjata terbesar kedua bagi Israel setelah Amerika Serikat, juga mengandalkan teknologi militer Israel, termasuk sistem pertahanan udara Arrow-3. Pembatasan ekspor memunculkan kekhawatiran akan balasan Israel yang bisa melemahkan keamanan udara Jerman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
800 personel Garda Nasional ke Washington DC serta mengambil alih sementara komando Kepolisian Metropolitan ibu kota AS tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.