Selat Hormuz Lumpuh, Industri Plastik RI Berburu Bahan Baku ke Afrika
Penutupan Selat Hormuz memaksa industri plastik Indonesia mencari bahan baku ke Afrika dan AS, memicu lonjakan biaya dan risiko produksi.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menyebut sebanyak 40 bidang lahan seluas 52.000 hektare di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara telah dialokasikan untuk investor.
“Hingga kini, tercatat 40 bidang tanah telah dialokasikan untuk investor dan Istana Negara, dengan sertifikat tanah seluas 52.000 hektare,” jelas Basuki dalam unggahan di akun Instagram resminya, dikutip Minggu (5/1/2025).
Untuk terus menjaga ekosistem investasi di IKN, Basuki mengaku berkomitmen untuk terus memprioritaskan legalitas sebagai bentuk kepastian investasi di proyek senilai Rp466 triliun tersebut.
Salah satunya, bakal menggandeng Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk memastikan aset dalam pengelolaan yang bakal ditempati oleh para investor.
Untuk diketahui sebelumnya, hingga 2024 Otorita IKN membukukan realisasi investasi sebesar Rp58,4 triliun yang terkumpul dari delapan proses groundbreaking.
Angka itu masih berada di bawah target investasi yang ditetapkan sebelumnya. Pasalnya, semula OIKN membidik dapat memarkirkan investasi di IKN tembus hingga Rp100 triliun hingga 2024.
BACA JUGA: Gedung Yudikatif dan Legislatif Dibangun di IKN Mulai 2025
“Oh kalau itu ya [target investasi belum terealisasi penuh], sekarang kan cuma Rp58 triliun [hingga 2024]. Nanti ini ada tambahan Rp6,5 triliun,” tambahnya.
Berdasarkan catatan Bisnis.com, gelombang investasi Rp6,5 triliun yang bakal masuk IKN dalam waktu dekat itu disebut berasal dari 4 hingga 5 perusahaan dalam dan luar negeri.
Berdasarkan sektornya, investor IKN perdana di era Presiden Prabowo Subianto itu disebut bakal membangun hotel, sekolah, restoran, hingga area perkantoran.
“Kalau kami sudah siap untuk Januari 2025 [groundbreaking], tapi ini tergantung jadwal Presiden. Tadi pada saat salaman dengan Bapak Presiden, beliau bilangnya kapan-kapan kita obrolkan. Nilainya Rp6,5 triliun,” tegas Basuki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Penutupan Selat Hormuz memaksa industri plastik Indonesia mencari bahan baku ke Afrika dan AS, memicu lonjakan biaya dan risiko produksi.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.