OJK: Pembiayaan Bank Syariah Tumbuh 9,82 Persen di 2026
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Otoritas Korea Selatan pada Minggu (29/12/2024) melaporkan bahwa 179 orang diduga tewas dalam kecelakaan pesawat di Bandara Internasional Muan, seperti diberitakan oleh media lokal./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Baru saja publik dunia dibuat heboh dengan tragedi kecelakaan yang menewaskan 179 penumpangnya, Minggu (29/12/2024) lalu, pesawat Jeju Air nyaris kembali mengalami insiden. Sebuah pesawat jet penumpang Jeju Air yang lepas landas dari Bandara Internasional Gimpo menuju Jeju pada Senin (30/12/2024) kembali ke Gimpo seusai mengalami masalah roda pendaratan yang tidak diketahui seusai lepas landas.
Diketahui, pesawat yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Jeju Air nyaris mengalami insiden setelah sebelumnya, kecelakaan maut menewaskan 179 penumpang di Bandara Muan, Korea Selatan.
Yonhap News Agency melaporkan, pesawat yang bermasalah pada Senin itu adalah model Boeing B737-800, jenis yang sama yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Mengingat adanya masalah roda pendaratan yang berulang, yang diyakini telah menyebabkan jatuhnya pesawat Jeju Air 7C2216, pemerintah Korea Selatan berencana untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap maskapai berbiaya rendah Jeju Air Co. “Kami berencana melaksanakan inspeksi keselamatan penerbangan yang ketat sebagai respons terhadap insiden [roda pendaratan],” kata Kepala Kebijakan Penerbangan di Kementerian Transportasi setempat, Joo Jong-wan melansir Yonhap, Senin.
Joo mencatat, Jeju Air dikenal karena tingkat pemanfaatan pesawatnya yang tinggi. Oleh beberapa pengamat, hal ini dinilai sebagai faktor penyebab dalam kecelakaan pada Minggu. Menyusul masalah roda pendaratan yang dilaporkan pada Senin, kementerian setempat mengirimkan inspektur keselamatan ke perusahaan untuk menyelidiki kasus terbaru.
Sementara itu, menurut Joo, salah satu dari dua alat perekam penerbangan yang ditemukan di lokasi kecelakaan telah ditemukan dengan kerusakan eksternal. Alat itu telah dibawa ke Bandara Internasional Gimpo untuk dianalisis lebih lanjut.
Pejabat kementerian itu juga mengatakan Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS akan berpartisipasi dalam penyelidikan kecelakaan itu. Boeing dan produsen mesin CFM International juga telah diminta untuk bekerja sama.
BACA JUGA: Pemerintah Korsel Selidiki Maskapai Jeju Air, Ini Alasannya
Sebelumnya, kecelakaan pesawat Jeju Air terjadi pada Minggu sehingga menewaskan 179 orang tercatat sebagai insiden pesawat udara paling mematikan yang pernah terjadi di Korea Selatan dalam 27 tahun silam.
Mengutip Reuters, Senin, pesawat yang dioperasikan oleh Jeju Air itu mendarat dengan posisi terbalik dan tergelincir dari ujung landasan pacu, meletus menjadi bola api saat menghantam dinding di Bandara Internasional Muan.
Pesawat tersebut tiba dari ibu kota Thailand Bangkok dengan 175 penumpang dan enam awak di dalamnya, mencoba mendarat di bandara di bagian selatan negara itu, kata Kementerian Perhubungan Korea Selatan.
Dua awak pesawat selamat dan tengah dirawat karena luka-luka. Kecelakaan itu merupakan yang terburuk bagi maskapai penerbangan Korea Selatan sejak kecelakaan Korean Air di Guam pada 1997 yang menewaskan lebih dari 200 orang, menurut data Kementerian Perhubungan. Kecelakaan terburuk sebelumnya di wilayah Korea Selatan adalah kecelakaan Air China yang menewaskan 129 orang pada 2002.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.