Korban Pengeroyokan Kebon Bawang Sempat Diculik dan Disekap
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya potensi peningkatan gelombang laut signifikan di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada awal Januari 2025.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan dalam konferensi pers Minggu malam (29/12/2024), Dwikorita menyatakan bahwa kondisi gelombang laut pada akhir tahun 2024 hingga awal Januari 2025 diperkirakan masih berada dalam kategori rendah hingga sedang.
Namun, mulai 3 Januari 2025, peningkatan gelombang signifikan diprediksi terjadi di wilayah Laut Natuna dan Samudra Hindia bagian Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat.
“Di Laut Natuna Utara, diprediksi akan terjadi gelombang dengan kategori sangat tinggi hingga mencapai very rough sea atau gelombang yang sangat tinggi. Ini dapat mencapai ketinggian hingga enam meter,” terangnya.
Dia juga mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran untuk berhati-hati dan tetap waspada.
BACA JUGA: Polri Gelar Mutasi Jelang Akhir Tahun, Berikut Datanya
“Mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas pelayaran diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap kondisi tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya, BMKG menyatakan bahwa kondisi cuaca di Indonesia pada malam pergantian tahun 2024 ke 2025 diprediksi akan relatif kondusif.
Adapun, tren potensi cuaca ekstrem menunjukkan penurunan dibandingkan dengan minggu-minggu sebelumnya di bulan Desember.
“Akhirnya perlu kami simpulkan bahwa menjelang periode pergantian tahun 2024 ke tahun 2025, potensi cuaca ekstrem menunjukkan tren penurunan, sekali lagi menunjukkan tren penurunan dibandingkan minggu-minggu sejak awal bulan Desember hingga 10 hari kedua di bulan Desember,” terangnya.
Sebab demikian, pihaknya memprediksi bahwa malam pergantian tahun akan relatif kondusif, tanpa indikasi potensi kejadian cuaca ekstrem yang berarti. Namun pihaknya tetap meminta masyarakat agar dapat waspada dengan memantau perkembangan kondisi cuaca lokal.
“Kami juga merekomendasikan masyarakat dapat menjalankan aktivitas malam pergantian Tahun Baru. Insyaallah lebih kondusif namun tetap memperhatikan terus atau memonitor,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.
Klasemen Asian Games 2026 berubah setelah Nurisa Dian meraih emas. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.
Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga penentu. Simak syarat Garuda lolos final dan proyeksi poin ranking FIFA jika menang.