BGN Siapkan 1.700 Dapur MBG di Daerah dengan Stunting Tinggi
BGN menyiapkan 1.700 SPPG di wilayah dengan stunting tinggi. Program MBG diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Luhut Binsar - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kekhawatirannya pada perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI) yang berpotensi menggantikan peran manusia di berbagai sektor, termasuk di pemerintahan.
Ia bercerita kekhawatirannya timbul usai menonton sebuah program televisi AS berjudul 60 Minutes, yang mana membahas bagaimana robot bisa melampaui kecerdasan manusia di masa depan.
"Ditanya di situ, bagaimana 10 tahun lagi ke depan robot bisa lebih cerdas dari manusia, tidak ada yang bisa menjawab. Tapi kalau sekarang ini benar dia (robot) bisa melakukan ini, apa yang terjadi ? Ya nanti misalnya Kementerian Keuangan dan (Ditjen) Pajak itu semua akan robotik,” ujar Luhut dalam acara forum Penguatan Transformasi Tata Kelola dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Senin.
Kemudian dalam pidatonya, Luhut menceritakan pengalamannya menghadiri acara Quantum Gathering di Bali, yang membahas kemajuan teknologi komputasi kuantum. Menurut dia, teknologi ini memiliki potensi besar untuk memecahkan berbagai masalah dengan kecepatan yang jauh melampaui teknologi saat ini. Meskipun demikian, jika tidak hati-hati, masyarakat bisa tertinggal dan kalah dari segi efisiensi.
Lebih lanjut, dirinya meyakinkan pada masyarakat bahwa di tengah transformasi teknologi yang pesat, Luhut menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki modal besar untuk menjaga stabilitas ekonomi. Dengan inflasi yang rendah dan rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 38,68 persen, ia optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa mencapai 5,3 persen ke depan.
“Tapi kita harus hati-hati mengenai ICOR (Incremental Capital Output Ratio) kita yang tinggi. Kita lihat juga mengenai fondasi ekonomi kita, inflasi yang masih rendah ini saya kira juga modal besar yang bagus, utang kita terhadap PDB juga masih 38 persen dan seterusnya. Ini juga kita yang terendah inflasi di antara negara G20, kita punya modal yang banyak sekali, pemerintahan yang stabil itu juga modal kita semua,” tuturnya.
Sebagai informasi, BPS mencatat tingkat inflasi tahunan pada November 2024 sebesar 1,55 persen, dan 0,30 persen (mtm). Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,68 persen dan memberikan andil 0,48 persen terhadap inflasi umum. Sementara, posisi ICOR Indonesia masih tergolong tinggi di angka 6,8.
Selain itu, Luhut menambahkan pentingnya kepemimpinan yang inklusif untuk menghadapi tantangan global, termasuk disrupsi teknologi. Ia mendorong pemimpin di berbagai level pemerintahan untuk melibatkan tim secara aktif dalam mencapai tujuan bersama.
“Saya tidak pernah mengklaim prestasi itu milik saya. Itu semua adalah prestasi tim. Dengan begitu, mereka juga punya rasa memiliki terhadap keberhasilan yang dicapai,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BGN menyiapkan 1.700 SPPG di wilayah dengan stunting tinggi. Program MBG diprioritaskan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Jadwal perpanjangan SIM Jogja Agustus 2026 melalui SIM Keliling, Drive Thru MPP, dan Satpas lengkap dengan syarat, biaya, serta lokasinya.
Kemiskinan DIY turun menjadi 9,70% pada Maret 2026, tertinggi penurunannya di Jawa. Penduduk miskin berkurang menjadi 408.870 jiwa.
Ingin tahu apakah HP Anda sudah mendukung jaringan 5G? Simak cara cek spesifikasi, IMEI, pengaturan jaringan, hingga kompatibilitas frekuensi operator.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Dinkop-UKM Sleman bersama BRIN mengkaji dampak pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM. Kajian menyoroti peluang ekonomi hingga potensi perubahan sosial ekon