100 Imigran Tewas di Ceuta, Spanyol Desak Solidaritas Uni Eropa
Sedikitnya 100 imigran dilaporkan tewas dalam krisis migrasi di Ceuta. Spanyol meminta solidaritas Uni Eropa untuk mengatasi situasi tersebut.
Foto ilustrasi ilmuwan. - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Ditunjuk sebagai tuan rumah World Science Forum (WSF) ke-12 pada 2026 mendatang Indonesia menyatakan siap. Penunjukan ini dilakukan pada WSF ke-11 di Hongaria, beberapa waktu lalu.
Sekretaris Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Nur Tri Aries Suestiningtyas yang memimpin delegasi Indonesia di WSF 2024 menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut.
"Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah WSF 2026," kata Nur melalui keterangan di Jakarta, Rabu (27/11/2024).
Nur menekankan Indonesia siap menyambut para ilmuwan dunia dalam perhelatan bergengsi yang menghubungkan komunitas ilmiah, pembuat kebijakan, dan masyarakat global itu dengan tema besar Science for Global Resilience and Equity. "(Ini) mencerminkan komitmen kami terhadap keberlanjutan dan kesetaraan dalam sains," ujarnya.
BACA JUGA: Kasus Penembakan Siswa di Semarang, Menteri HAM Turunkan Tim Khusus
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah tidak terlepas dari proses seleksi ketat, dimana Indonesia bersaing dengan Turki dan Vietnam dalam hal ini.
Dalam pertemuan bilateral dengan President Hungarian Academy of Sciences, Indonesia menyampaikan komitmen kuatnya untuk menyelenggarakan WSF dengan memperhatikan isu-isu krusial global, seperti transformasi, kesetaraan, dan efisiensi kebijakan di bidang sains.
Forum WSF ke-12, kata dia, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi global dan pelopor dalam mengatasi tantangan dunia melalui sains.
"Indonesia menantikan momen bersejarah ini dan siap menyambut delegasi dari seluruh dunia untuk berbagi ide, menemukan solusi inovatif, dan memperkuat peran sains dalam membangun masa depan yang lebih baik," ucap Nur Tri Aries Suestiningtyas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sedikitnya 100 imigran dilaporkan tewas dalam krisis migrasi di Ceuta. Spanyol meminta solidaritas Uni Eropa untuk mengatasi situasi tersebut.
Becak listrik di Jogja dinilai nyaman oleh pengemudi dan penumpang. Perawatan rutin disebut menjadi kunci agar kendaraan tetap optimal.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Cadangan devisa Indonesia bertahan di US$145,3 miliar hingga akhir Juli 2026. BI menyebut posisi ini menjaga stabilitas rupiah dan ketahanan ekonomi.
Kementerian PU menangani 492 titik kekeringan di Indonesia, menyediakan air bersih bagi 155.228 jiwa dan menyelamatkan 22.210 hektare sawah.
Harga minyak dunia naik setelah Iran mengancam membatasi pelayaran di Selat Hormuz. Brent mencapai US$83,50 per barel dan WTI US$78,15.