PLTS Bandara Ahmad Yani Hasilkan 63.800 kWh dalam 6 Bulan
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Ilustrasi Artificial Intelligence - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam berbagai proses pengawasan dan regulasi produk kesehatan. Kepala BPOM Taruna Ikrar menyebut teknologi tersebut dapat membantu mempercepat proses penemuan obat yang selama ini membutuhkan tahapan panjang.
Menurut Taruna, AI dapat digunakan antara lain dalam pengujian praklinis dan simulasi. Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai dapat mempercepat proses penelitian sebelum suatu obat masuk ke tahapan berikutnya.
"Ada proses pengujian obat yang lebih cepat dengan menggunakan AI, misalnya uji preklinis, uji simulasi, dan sebagainya dengan simulasi AI dengan demikian akan mempercepat penemuan obat," kata Taruna Ikrar pada Minggu.
Taruna berada di Beijing untuk bertemu dengan sejumlah mitra, antara lain National Medical Product Administration (NMPA) atau BPOM China. Dalam kunjungan tersebut, dia juga menjadi pembicara dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan Universitas Tsinghua serta bertemu dengan sejumlah pelaku industri medis.
Tahapan Penemuan Obat Bisa Dipersingkat
Taruna menjelaskan pengembangan obat baru harus melewati proses bertingkat yang panjang melalui Investigational New Drug. Tahapan tersebut dimulai dari identifikasi molekul awal, yakni upaya menemukan molekul yang berinteraksi dengan sasaran biologis atau molekul hit dengan cara menyaring jutaan molekul.
Setelah itu dilakukan validasi molekul hit dengan menguji kembali molekul tersebut, dilanjutkan pemilihan kandidat obat. Proses kemudian masuk ke uji praklinis, baik secara in vitro menggunakan sel di laboratorium maupun in vivo menggunakan hewan percobaan.
Tahapan berikutnya mencakup uji klinis fase I-III pada manusia serta tahapan uji lainnya. Menurut Taruna, sejumlah proses tersebut dapat dibantu dengan teknologi AI.
"Termasuk dalam hal untuk mendeteksi partikel, protein dan reseptornya, itu bisa dengan menggunakan AI, itulah gunanya. Sama juga dengan produk-produk pangan, itu menggunakan AI bagaimana pengembangan satu sel yang mungkin saja di masa depan untuk makan daging tidak perlu dari ternak," ungkap Ikrar.
Belajar dari Penggunaan AI di China
Penggunaan AI dalam pengaturan dan pengawasan obat di China juga menjadi salah satu hal yang dapat dipelajari Indonesia. Taruna menilai teknologi tersebut dapat membantu pekerjaan regulator yang melibatkan data dalam jumlah sangat besar.
"AI adalah alat bantu untuk memudahkan kita karena dengan pekerjaan yang jumlahnya jutaan, bahkan miliaran, bisa lebih cepat. Lebih efisien, kan? Itu membantu. Yang kedua, 'human error-nya' berkurang," ungkap Ikrar.
Selain mempercepat proses penelitian dan pengawasan, AI menurut Taruna dapat digunakan untuk melacak obat yang telah beredar di masyarakat. Teknologi tersebut dapat dikombinasikan dengan barcode sehingga perjalanan suatu produk dapat diketahui.
"Lewat AI, artificial intelligence, kita bisa lacak misalnya dengan menggunakan 'barcode', jadi tahu produknya sudah sampai di mana, produknya digunakan di mana? Siapa penggunanya? Dan lainnya, itu justru lebih aman. Jadi AI itu adalah alat, instrumen, tidak perlu takut, yang jelas, Badan POM sudah memastikan kita tidak akan mengesahkan sesuatu yang tidak aman," tegas Ikrar.
AI Juga Digunakan dalam Registrasi dan Sertifikasi
Pemanfaatan AI oleh BPOM tidak hanya berkaitan dengan penelitian obat. Saat menyampaikan materi mengenai "AI + New Medical Technology Conference" dalam seminar "International Biomedical Industry Innovation Conference Beijing Forum" yang diselenggarakan Universitas Tsinghua, Ikrar mengatakan AI dapat membantu regulator meningkatkan efisiensi.
Teknologi tersebut juga disebut dapat mempermudah proses sertifikasi sekaligus membuat proses regulasi menjadi lebih efektif dan praktis.
"Di BPOM, di bawah kepemimpinan saya, kami telah menerapkan kecerdasan buatan dalam berbagai proses, mulai dari sistem 'bar code' dan proses registrasi hingga penelitian serta uji klinis yang dilakukan para ilmuwan," tambah Ikrar.
Setelah AI diterapkan di BPOM, Taruna mengatakan data yang dihasilkan setiap tahun dapat dianalisis untuk menghasilkan standar yang lebih presisi. Analisis tersebut diharapkan membantu BPOM memastikan produk yang beredar memenuhi aspek keamanan dan kelayakan bagi masyarakat.
"Dengan demikian, kami dapat lebih yakin bahwa suatu produk aman dan layak tersedia bagi masyarakat. Itulah peran kecerdasan buatan dalam pelaksanaan regulasi," ungkapnya.
Taruna menambahkan seluruh unit di BPOM juga telah menggunakan kecerdasan buatan dalam sejumlah bagian proses registrasi, sertifikasi, distribusi, dan lain-lain.
"Kecerdasan buatan sangat penting untuk membantu pengelolaan proses tersebut dan mengurangi kesalahan manusia karena teknologi ini dapat bekerja dengan lebih presisi. Untuk proses administrasi, kecerdasan buatan memang sangat berguna karena itu, pemerintah dan lembaga kami memperoleh pengakuan khusus atas penerapan sistem digital dalam pelayanan kepada masyarakat," jelas Ikrar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Atletico Madrid menang 2-1 atas Real Madrid dalam Derby Madrileno. Kartu merah Dean Huijsen mengubah jalannya laga dan posisi klasemen La Liga.
Persis Solo menghancurkan PSBS Biak 7-0 pada pekan kedua Pegadaian Championship 2026/2027. Henry Doumbia mencetak empat gol.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 21 September 2026 lengkap dari Palur, Solo Jebres, Klaten, Lempuyangan hingga Stasiun Jogja/Tugu.
Pelaku otomotif nasional dan mitra Jepang menyampaikan masukan soal perizinan, pembiayaan IKM, TKDN hingga kepastian investasi.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.