Rakernas V Pelita Indonesia Usung Tema Penguatan Ekosistem Vokasi
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Ilustrasi obat./ stockcake
BITUNG—Apoteker memiliki peran penting dalam memperkuat sektor kesehatan. Dalam sistem kesehatan yang ideal, apoteker tidak hanya berperan dalam menyiapkan dan mendistribusikan obat, tetapi juga berkontribusi dalam pelayanan kesehatan yang lebih holistik.
Hal itu tengah dilakukan oleh Pengurus Cabang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Bitung (pcpafikotabitung.org). Dalam situs resminya PAFI Kota Bitung (pcpafikotabitung.org) telah terlibat dalam program kesehatan masyarakat yang berfokus pada edukasi penggunaan obat-obatan secara tepat dan aman.
Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi di puskesmas dan rumah sakit, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat, serta pentingnya konsultasi dengan tenaga farmasi yang berlisensi.
Selain itu, PAFI Kota Bitung (pcpafikotabitung.org) juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat dalam program pencegahan penyakit melalui edukasi mengenai antibiotik dan imunisasi. Program ini bertujuan untuk meminimalisasi resistensi antibiotik yang kian meningkat di Indonesia.
Mereka juga berkontribusi dalam mendistribusikan obat-obatan secara merata, khususnya di wilayah terpencil di Kota Bitung yang membutuhkan dukungan farmasi yang memadai.
Secara rinci yang tengah dilakukan PAFI Kota Bitung adalah:
1. Penyediaan Obat dan Pengelolaan Distribusi
Apoteker bertanggung jawab atas kualitas, ketersediaan, dan keamanan obat di setiap tingkatan layanan kesehatan. Mereka juga mengawasi rantai distribusi obat agar setiap produk yang diterima pasien aman dan sesuai standar.
2. Edukasi dan Konseling Pasien
Selain meracik obat, apoteker berperan memberikan informasi yang benar tentang penggunaan obat kepada pasien. Konseling ini penting untuk mencegah kesalahan penggunaan obat dan memastikan kepatuhan pasien pada resep dokter.
3. Pengawasan Terapi Obat (Pharmaceutical Care)
Apoteker juga memiliki peran dalam mengevaluasi terapi obat yang diberikan pada pasien, memastikan tidak ada interaksi berbahaya dan bahwa setiap obat yang digunakan benar-benar efektif untuk kondisi pasien.
4. Dukungan Program Kesehatan Masyarakat
Apoteker sering dilibatkan dalam program-program kesehatan nasional, seperti vaksinasi, pengendalian penyakit menular, dan promosi kesehatan. Mereka bisa memberikan edukasi tentang pencegahan penyakit dan peningkatan gaya hidup sehat.
5. Penelitian dan Pengembangan
Dalam bidang farmasi, apoteker juga dapat berperan dalam penelitian dan pengembangan obat baru serta metode pengobatan yang lebih efektif. Hal ini bisa meningkatkan kualitas perawatan kesehatan jangka panjang.
6. Digitalisasi dan Teknologi Kesehatan
Dengan kemajuan teknologi, apoteker dapat mendukung transformasi digital dalam sektor kesehatan, seperti penerapan e-prescription dan konsultasi online, yang mempermudah akses obat bagi masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perkumpulan Politeknik Swasta Indonesia (PELITA) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V pada 14–17 Oktober 2026 di Makassar
Singapura kehilangan 4,74 poin dan turun di live ranking FIFA setelah kalah telak 0-6 dari Malaysia pada FIFA ASEAN Cup 2026.
Bintang Akbar/Sofyan Rachman Efendi meraih perak Asian Games 2026 setelah kalah dari Qatar pada final voli pantai putra.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.