Importa Raih Rekor MURI Berkat Penjualan 1 Juta Lemari Pakaian Besi
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Ilustrasi obat./ stockcake
BITUNG—Apoteker memiliki peran penting dalam memperkuat sektor kesehatan. Dalam sistem kesehatan yang ideal, apoteker tidak hanya berperan dalam menyiapkan dan mendistribusikan obat, tetapi juga berkontribusi dalam pelayanan kesehatan yang lebih holistik.
Hal itu tengah dilakukan oleh Pengurus Cabang Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Kota Bitung (pcpafikotabitung.org). Dalam situs resminya PAFI Kota Bitung (pcpafikotabitung.org) telah terlibat dalam program kesehatan masyarakat yang berfokus pada edukasi penggunaan obat-obatan secara tepat dan aman.
Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi di puskesmas dan rumah sakit, bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan obat, serta pentingnya konsultasi dengan tenaga farmasi yang berlisensi.
Selain itu, PAFI Kota Bitung (pcpafikotabitung.org) juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat dalam program pencegahan penyakit melalui edukasi mengenai antibiotik dan imunisasi. Program ini bertujuan untuk meminimalisasi resistensi antibiotik yang kian meningkat di Indonesia.
Mereka juga berkontribusi dalam mendistribusikan obat-obatan secara merata, khususnya di wilayah terpencil di Kota Bitung yang membutuhkan dukungan farmasi yang memadai.
Secara rinci yang tengah dilakukan PAFI Kota Bitung adalah:
1. Penyediaan Obat dan Pengelolaan Distribusi
Apoteker bertanggung jawab atas kualitas, ketersediaan, dan keamanan obat di setiap tingkatan layanan kesehatan. Mereka juga mengawasi rantai distribusi obat agar setiap produk yang diterima pasien aman dan sesuai standar.
2. Edukasi dan Konseling Pasien
Selain meracik obat, apoteker berperan memberikan informasi yang benar tentang penggunaan obat kepada pasien. Konseling ini penting untuk mencegah kesalahan penggunaan obat dan memastikan kepatuhan pasien pada resep dokter.
3. Pengawasan Terapi Obat (Pharmaceutical Care)
Apoteker juga memiliki peran dalam mengevaluasi terapi obat yang diberikan pada pasien, memastikan tidak ada interaksi berbahaya dan bahwa setiap obat yang digunakan benar-benar efektif untuk kondisi pasien.
4. Dukungan Program Kesehatan Masyarakat
Apoteker sering dilibatkan dalam program-program kesehatan nasional, seperti vaksinasi, pengendalian penyakit menular, dan promosi kesehatan. Mereka bisa memberikan edukasi tentang pencegahan penyakit dan peningkatan gaya hidup sehat.
5. Penelitian dan Pengembangan
Dalam bidang farmasi, apoteker juga dapat berperan dalam penelitian dan pengembangan obat baru serta metode pengobatan yang lebih efektif. Hal ini bisa meningkatkan kualitas perawatan kesehatan jangka panjang.
6. Digitalisasi dan Teknologi Kesehatan
Dengan kemajuan teknologi, apoteker dapat mendukung transformasi digital dalam sektor kesehatan, seperti penerapan e-prescription dan konsultasi online, yang mempermudah akses obat bagi masyarakat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Justin Bieber dikabarkan belum berencana menggelar tur untuk album Swag meski penampilannya di Coachella 2026 mencuri perhatian.
Juli 2026 menghadirkan hujan meteor, galaksi Bima Sakti, purnama rusa, hingga pertemuan planet yang bisa diamati dari Indonesia.
Mbappe pecahkan rekor Ronaldo Nazario saat Prancis menyingkirkan Swedia 3-0 dan semakin dekat mengejar rekor gol Lionel Messi.
Meta mengakui AI belum mampu sepenuhnya membendung spam judi online di Facebook dan Instagram karena modus pelaku terus berubah.
BPBD Bantul menetapkan siaga kekeringan hingga September 2026 akibat ancaman El Nino Godzilla dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.