PDI Perjuangan DIY Luncurkan BAIS Yogyakarta untuk Soekarno Cup
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Ilustrasi apoteker./Freepik
TIKEP—Di sejumlah daerah, tradisi pengobatan yang diturunkan dari generasi ke generasi hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat. Salah satunya di Tidore Kepulauan (Tikep).
Berakar dalam budaya dan kearifan lokal, metode penyembuhan tradisional kerap dianggap sebagai jembatan antara alam dan kesehatan.
Namun, dunia terus berubah. Dengan hadirnya teknologi serta pengetahuan farmasi modern, pentingnya menjaga keseimbangan antara yang lama dan baru semakin mendesak.
Itulah sebabnya, sebagai wadah apoteker di Tikep, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Tikep (pafitikep.org) berada di garis depan dalam menggabungkan tradisi lokal dengan ilmu farmasi modern.
Mereka mengajak masyarakat, terutama generasi muda untuk memahami dan memanfaatkan kekayaan pengetahuan lokal sambil tetap berinovasi dalam praktik farmasi modern.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan pengobatan tradisional, PAFI Tikep secara aktif bekerja sama dengan para dukun atau tabib lokal. Kearifan lokal ini yang sering diabaikan oleh dunia kesehatan modern. Padahal cara ini berpotensi besar dalam menangani penyakit-penyakit yang umum ditemukan di Tikep.
Kerja sama ini pun bukan sekadar formalitas. Ada upaya nyata untuk menjaga tradisi pengobatan tetap hidup, sembari meningkatkan kualitas dan keamanan melalui pendekatan farmasi modern.
Misalnya, beberapa tanaman obat yang telah lama digunakan oleh penduduk setempat kini mulai diteliti lebih lanjut oleh apoteker untuk melihat potensi farmakologis yang lebih mendalam.
Lalu bagaimana PAFI Tikep memainkan perannya tersebut?
Mereka tidak hanya fokus pada pengobatan tradisional semata. PAFI Tikep, melalui berbagai pelatihan dan seminar, memberikan pemahaman mendalam kepada generasi muda tentang pentingnya menguasai ilmu farmasi modern.
Ini adalah kesempatan buat kamu yang ingin mengembangkan karier sebagai apoteker. Apoteker di PAFI Tikep berkomitmen memberikan akses terhadap pengetahuan terkini di bidang farmasi tanpa mengesampingkan warisan budaya lokal.
Bahkan, kolaborasi dengan universitas dan lembaga penelitian menjadi jembatan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah ini.
Dengan menggali kearifan lokal, PAFI Tikep juga memberikan kontribusi penting dalam dunia farmasi secara nasional. Melalui program-program yang mereka gelar, berbagai jenis tanaman obat yang tumbuh di Tikep mulai dikenal lebih luas.
Pemanfaatan tanaman seperti kunyit putih, daun jarak, atau bahkan rempah-rempah lokal lainnya menjadi sorotan utama dalam riset farmasi.
Apoteker yang tergabung dalam PAFI Tikep tidak hanya berperan sebagai penyedia obat modern, tetapi juga menjadi penjaga tradisi yang selalu mencari cara untuk mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam sistem kesehatan modern.
Selain itu, PAFI Tikep juga mengakui pentingnya edukasi terhadap masyarakat luas. Tidak hanya mahasiswa farmasi atau tenaga kesehatan lain yang diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi ini.
PAFI Tikep membuka akses bagi masyarakat umum untuk belajar tentang cara mengelola pengobatan tradisional dengan pendekatan yang lebih ilmiah. Edukasi ini diberikan melalui berbagai seminar dan kegiatan sosial yang digelar di tengah masyarakat.
Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya membuat akses terhadap obat lebih mudah, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan tradisional tetap dilestarikan dengan cara yang lebih sistematis dan ilmiah. Ini adalah kombinasi antara masa lalu dan masa depan yang dibangun oleh PAFI Tikep bersama masyarakat lokal.
Di tengah pesatnya perkembangan ilmu farmasi, tantangan terbesar yang dihadapi apoteker modern di Tikep adalah bagaimana memastikan bahwa tradisi yang sudah berumur ratusan tahun ini tidak terkikis oleh arus globalisasi.
Dengan memahami keduanya, farmasi modern dan tradisi lokal, PAFI Tikep memberikan landasan yang kokoh bagi generasi apoteker berikutnya untuk berkembang.(***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Kapal Pertamina Patra Niaga MT Transko Arafura mengevakuasi 17 korban selamat kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di Laut Jawa.
Jalan Kweni-Druwo, Sewon, Bantul ditutup hingga 7 Desember 2026 akibat pembangunan jembatan. Simak rekayasa lalu lintas dan jalur alternatifnya.
Pasien obesitas hampir 300 kilogram di Sragen dievakuasi 15 petugas gabungan ke RSUD setelah mengalami sesak napas dan tubuh lemas.
Yamaha kembali menghadirkan ruang ekspresi bagi generasi muda melalui Fazzio Youth Festival 2026, ajang tahunan yang memadukan kreativitas, olahraga
PSI Bantul merampungkan kepengurusan di 17 kapanewon dan 76 DPRt, lalu memulai konsolidasi dan pendidikan politik menuju Pemilu 2029.