Motif Teror Bom SDN Srengseng Ternyata Dipicu Masalah Seragam Sekolah
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.
Artis Sandra Dewi saat menjadi saksi kasus korupsi tata niaga timah yang menjerat suaminya, Harvey Moeis di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2024)./JIBI-Anshary Madya Sukma
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 88 tas mewah milik aktris Sandra Dewi berasal dari endorse bukan hasil korupsi di wilayah IUP PT Timah Tbk. (TINS) 2015-2022 yang menjerat suaminya, Harvey Moeis.
Hal itu diungkap Sandra saat bersaksi untuk tiga terdakwa yakni suaminya Harvey Moeis, Dirut PT Refined Bangka Tin (RBT) Suparta, dan Direktur Pengembangan Usaha PT RBT Reza Andriansyah.
BACA JUGA: Sandra Dewi Tiba di PN Jakpus untuk Jadi Saksi Harvey Moeis
Awalnya, Hakim Eko Aryanto bertanya mengenai puluhan tas bermerek yang diduga terkait tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam dakwaan Harvey Moeis. "Ada di dalam dakwaan suami mengenai TPPU ya. Bahwa ada banyak itu tas tas branded itu bagaimana?" tanya Eko di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (10/10/2024).
Kemudian, Sandra menjelaskan bahwa tas-tas tersebut merupakan barang yang dikumpulkan sejak 2014 melalui skema periklanan atau endorsement. Tas-tas kemudian dipromosikan melalui akun media sosialnya.
"Di mana ketika mereka memberikan tas itu, saya mempromosikan nya di sosial media saya yang mempunyai pengikut 24,2 juta followers di mana ketika tas-tas itu datang saya promosikan, saya unboxing sya buka kotaknya saya posting tas ini di endorse oleh toko. Ini sudah 10 tahun saya jalani, ada ratusan tas yang mulia sebenarnya," ujar Sandra Dewi.
BACA JUGA: Kasus Perjalanan Dinas Fiktif, Polisi Sita 15 Barang Bermerek dari THL Sekwan DPRD Riau
Dengan demikian, Sandra menegaskan bahwa puluhan tas itu murni dari hasil keringatnya sendiri sekaligus membantah telah dibelikan oleh suaminya Harvey.
"Saya punya banyak saksi yang dapat membuktikan bahwa tas ini hasil endorsement dan tidak pernah dibeli oleh suami saya karena suami saya tahu saya sdh mendapatkan tas-tas ini dari tahun 2014," pungkasnya.
Sekadar informasi, JPU sebelumnya menyampaikan dugaan aliran dana kasus korupsi timah dari Harvey telah mengalir untuk kepentingan pribadi Sandra Dewi.
Salah satunya untuk pembelian 88 tas mewah dengan sejumlah merek yaitu Louis Vuitton, Hermes, Chanel, Dior, Gucci hingga Loewe. Enam dari tas tersebut masih belum dipastikan keasliannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Polisi mengungkap motif ancaman bom di SDN Srengseng Sawah dipicu persoalan seragam sekolah. Pelaku terancam hukuman hingga penjara seumur hidup.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati mendukung Sekolah Rakyat Kulonprogo, namun meminta pemerintah mematangkan perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya.
Dino Patti Djalal meminta perubahan iklim menjadi prioritas utama dunia dan mendorong Indonesia mempercepat target 100 GW energi surya.
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.