Basarnas Gunakan ROV Cari Korban KM Virgo Transport 8

Newswire
Newswire Minggu, 20 September 2026 23:47 WIB
Basarnas Gunakan ROV Cari Korban KM Virgo Transport 8

Tim SAR gabungan menurunkan kantong berisi jenazah korban kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 dari kapal evakuasi yang tiba di Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (14/9/2026). Antara/Bayu Pratama S/YU

Harianjogja.com, BANJARMASIN— Basarnas memanfaatkan teknologi remotely operated vehicle (ROV) untuk menggambarkan kondisi bagian dalam bangkai Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang karam di dasar laut. Hasil pemantauan ROV menjadi acuan bagi penyelam untuk melanjutkan pencarian korban yang masih berada di dalam bangkai kapal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator mengatakan ROV digunakan untuk menelusuri lorong-lorong yang terdapat di dalam kapal.

Menurut dia, gambaran kondisi bagian dalam kapal yang diperoleh melalui ROV membantu tim penyelam menentukan area pencarian korban.

“Tadi setelah pantauan menggunakan ROV, kemudian penyelam bekerja sesuai hasil ROV. ROV menelusuri lorong-lorong di kapal,” kata I Putu dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari kedelapan kecelakaan KM Virgo Transport 8, di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam.

Arus Bawah Laut Jadi Kendala

I Putu menjelaskan penggunaan ROV sebelumnya belum maksimal karena arus laut yang kencang. Kondisi tersebut membuat peralatan akhirnya diangkat kembali.

Penyelaman juga menghadapi kendala serupa. Arus bawah laut kembali kencang hingga sekitar tiga knot, yang menjadi batasan berisiko bagi penyelam dalam menjalankan pencarian di dalam bangkai kapal.

“Setelah ada gambaran dari ROV, di sela-sela kondisi arus yang sempat tenang siang hari tadi, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan penyelaman. Waktu yang tersedia terbatas sehingga hanya satu korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Dengan kondisi arus yang masih menjadi kendala, Basarnas akan kembali mengoptimalkan penggunaan ROV pada operasi SAR hari kesembilan.

I Putu mengatakan Basarnas akan menurunkan ROV lebih awal pada Senin (21/9). Langkah tersebut dilakukan dengan harapan kondisi cuaca lebih baik sehingga penyelam dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk melanjutkan pencarian korban di dalam bangkai kapal.

“Besok akan kita turunkan lagi ROV lebih awal. Karena gambaran bawah laut di dalam kapal sudah kita dapat,” ujarnya.

Delapan Kapal Dikerahkan

Pada operasi SAR hari kedelapan, Basarnas mengerahkan dua unsur, helikopter Basarnas, delapan kapal besar, dan dua kapal kecil untuk memaksimalkan upaya pencarian korban yang masih belum ditemukan.

Sementara itu, operasi salvage atau pengangkatan badan kapal masih dalam proses dari pihak perusahaan dan asuransi.

Posisi bangkai kapal berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu tidak mengalami perubahan. Faktor cuaca, arus bawah laut yang deras, termasuk gelombang, menjadi kendala dalam proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8.

125 Orang Masih Belum Ditemukan

Hingga hari kedelapan operasi SAR, Minggu, pukul 22.00 Wita, Basarnas mengonfirmasi 118 korban ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia.

Sementara itu, masih terdapat 125 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak 12 September 2026.

Kapal tersebut dilaporkan mengalami cuaca buruk dan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal akhirnya ditemukan pada hari yang sama dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online